Penyangkalan PKS Hanya Perburuk Citra

Minggu 03-02-2013,00:00 WIB

JAKARTA - Pengamat politik Burhanudin Muhtadi menilai kasus suap impor daging sapi telah menimbulkan demoralisasi yang luar biasa di kalangan kader-kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Apalagi, yang bermasalah dengan KPK langsung adalah presiden PKS.

\"Kader di bawah bersusah payah, berjibaku untuk kepentingan partai. Tapi, mendadak mereka mengalami kesenjangan antara apa yang mereka persepsikan tentang partainya dengan kenyataan di tingkat elit,\" kata Burhan, Sabtu (2/2). 

Peneliti senior Lembaga Survei Indonesia (LSI) itu justru menyayangkan ketika dalam situasi seperti itu, para elit PKS justru malah mengembangkan politik pengingkaran dengan melemparkan isu konspirasi. Langkah seperti itu diyakini Burhan tidak akan membantu PKS untuk memperbaiki citranya. 

Dari sisi komunikasi politik, kata Burhan, pengingkaran itu buruk sekali. \"Ketika lebih memberi dosis tentang konspirasi, publik akan menilai PKS tengah mencari kambing hitam. Seolah-olah PKS tidak mau belajar dan introspeksi, melainkan mencari sasaran tembak bahwa kasus penangkapan Luthfi Hasan Ishaaq desain politik,\" tegasnya.

Burhan menyarankan PKS melakukan bersih-bersih. Jangan melakukan framing politik yang justru membuat penuntasan kasus Luthfi Hasan Ishaaq berlarut-larut. Karena itu hanya semakin menimbulkan efek electoral yang negatif. 

\"Segera lakukan penyelidikan menyeluruh, bantu KPK, kalau melibatkan oknum partai yang lain selesaikan. Semakin cepat selesai, PKS bisa segera move on,\" tandas Burhan.

 (dyn/pri/nw)

Tags :
Kategori :

Terkait