Kemajuan Teknologi pun pada akhirnya memberikan sumbangsih tersendiri terhadap pelanggaran etika penyajian berita ataupun informasi. Tak dapat dipungkiri bahwa berita yang sensasional, infotainment, pornografi dan erotisme menjadi sesuatu ‘komoditas’ yang jauh lebih menguntungkan dan membantu meningkatkan rating maupun olpah dari sebuah surat kabar. Etika tidak lagi menjadi sesuatu yang harus dijadikan pertimbangan asalkan mampu meningkatkan keuntungan/profit perusahaan Pers. Ironis memang ketika sebuah prinsip yang harus dijunjung oleh insan Pers, dan memberikan rambu-rambu kebebasan dalam berekspresi namun juga menjadi pelindung bagi manipulasi pemberitaan tak lagi dipertimbangkan. Situasi seperti ini hendaknya menjadi sebuah ilustrasi untuk menciptakan kondisi yang baik demi keberlangsungan demokrasi yang sebenarnya.
KEBEBASAN PERS DAN ETIKA
Selasa 05-03-2013,00:00 WIB
Oleh:
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 27-06-2026,14:47 WIB
Bawakan Lagu Ciptaan Sendiri, Sekda Merangin Pukau Panggung Pekan Budaya
Sabtu 27-06-2026,14:39 WIB
Bantai Selandia Baru 5-1, Belgia Juara Grup G
Sabtu 27-06-2026,14:27 WIB
OJK Ultimatum TAFS: Benahi Tata Kelola Penagihan dalam 7 Hari atau Sanksi Tegas Menanti!
Sabtu 27-06-2026,20:24 WIB
Mulai 1 Juli, Jemaah Umrah dan Haji Khusus Lewat Satu Pintu di Terminal 2F Soekarno-Hatta
Sabtu 27-06-2026,15:54 WIB
Sejarah Baru! Tahan Imbang Iran, Mesir Segel Tiket Babak 32 Besar
Terkini
Minggu 28-06-2026,13:32 WIB
Memperluas Basis Pajak melalui Marketplace: Strategi Memperkuat Ketahanan Fiskal di Tengah Ekonomi Global
Minggu 28-06-2026,13:21 WIB
Kemeriahan dan Gelak Tawa Warnai Penutupan Pekan Budaya Merangin di Jambi
Minggu 28-06-2026,13:01 WIB
Kantongi 7 Rekomendasi Dukungan, Fauzi Ansori Resmi Mendaftar Sebagai Calon Ketua Demokrat Jambi
Minggu 28-06-2026,12:56 WIB
Sihir Lionel Messi Sempurnakan Kemenangan Argentina atas Yordania 3-1
Minggu 28-06-2026,12:06 WIB