Kemajuan Teknologi pun pada akhirnya memberikan sumbangsih tersendiri terhadap pelanggaran etika penyajian berita ataupun informasi. Tak dapat dipungkiri bahwa berita yang sensasional, infotainment, pornografi dan erotisme menjadi sesuatu ‘komoditas’ yang jauh lebih menguntungkan dan membantu meningkatkan rating maupun olpah dari sebuah surat kabar. Etika tidak lagi menjadi sesuatu yang harus dijadikan pertimbangan asalkan mampu meningkatkan keuntungan/profit perusahaan Pers. Ironis memang ketika sebuah prinsip yang harus dijunjung oleh insan Pers, dan memberikan rambu-rambu kebebasan dalam berekspresi namun juga menjadi pelindung bagi manipulasi pemberitaan tak lagi dipertimbangkan. Situasi seperti ini hendaknya menjadi sebuah ilustrasi untuk menciptakan kondisi yang baik demi keberlangsungan demokrasi yang sebenarnya.
KEBEBASAN PERS DAN ETIKA
Selasa 05-03-2013,00:00 WIB
Oleh:
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 21-07-2026,19:16 WIB
One Piece Treasure Cruise Account Komunitas, Memahami Perkembangan Akun dalam Game RPG One Piece
Selasa 21-07-2026,18:25 WIB
Kabar Baik! UNJA Buka Seleksi Mandiri 2026 Pakai Skor UTBK dan SMMPTN Barat
Selasa 21-07-2026,14:18 WIB
Dibuka Gubernur Jambi, 3.046 Mahasiswa Baru Poltekkes Kemenkes Jambi Ikuti PKKMB
Selasa 21-07-2026,15:41 WIB
Gubernur Al Haris Apresiasi Penyerahan Murid Baru Secara Adat Melayu Jambi di SMA Negeri 1 Muaro Jambi
Selasa 21-07-2026,18:22 WIB
V1-Percepat Hilirasi Emas, BSI Support IBMA Perkuat Industri Bullion
Terkini
Rabu 22-07-2026,11:24 WIB
Kejari Sungai Penuh dan PTPN IV Perkuat Sinergi Amankan Aset Negara di Kayu Aro
Rabu 22-07-2026,08:23 WIB
Alasan Kesehatan, Nanik S. Deyang Mundur dari Jabatan Kepala Badan Gizi Nasional
Rabu 22-07-2026,08:09 WIB