Gelar Kegiatan Jambi Peduli ASI

Rabu 06-03-2013,00:00 WIB

JAMBI-Upaya pemberian Air Susu Ibu (ASI) perlu didukung oleh semua sektor.

Dinas Kesehatan Provinsi Jambi dan Jambi Peduli ASI (JPA) menyelenggarakan kelas peduli ASI bagi ibu-ibu hamil dan ibu-ibu menyusui. Kelas edukasi ini dilakukan selama dua hari  bertempat di Dolen Resto Jalan  Kolonel M Taher (dekat Persijam).

Kelas edukasi yang digelar hari pertama (02/03) memfokuskan pemberian pengetahuan tentang ASI kepada ibu hamil. Adapun materi yang disampaikan untuk kelas ini antara lain tatalaksana Inisiasi Menyusu Dini (IMD) yang benar, manfaat ASI, bahaya susu formula, mengenal anatomi payudara, posisi dan peletakan menyusui yang efektif, kunci keberhasilan menyusui. Sedangkan untuk kelas persiapan ibu meyusui pasca persalinan yang dilaksananakan pada 3 Maret 2013 dengan materi hari-hari pertama bayi, memahami feses bayi ASI eksklusif, Hak ibu bekerja, persiapan ibu kembali bekerja, teknik, memerah, menyimpan dan memberikan ASI.

Kasi  Gizi  Masyarakat  Dinas  Kesehatan  Provinsi  Jambi Helfiyan, SST, M.Kes mengatakan, Dinas Kesehatan memberi support kepada JPA atas penyelenggaraan acara ini. Pasalnya,  cakupan pemberian ASI eksklusif akan tercapai apabila didukung oleh semua pihak.

Helfiyan menjelaskan, bahwa cakupan pemberian ASI di Provinsi Jambi belum mencapai target indikator pembinaan gizi masyarakat. Dimana pada tahun 2012, cakupan ibu yang memberikan ASI secara eksklusif  sebesar 53,75% dari target sebesar 58% tahun 2012. Selain itu menurut hasil RISFASKES 2012 bahwa di Provinsi Jambi di sarana pelayanan kesehatan menduduki angka tertinggi dalam pemberian susu formula.

“Sesuai Undang-Undang Kesehatan No. 36 tahun 2009 dan PP No 33 Tahun 2012 tentang ASI Eksklusif bahwa sarana pelayanan kesehtan tidak boleh memberikan susu formula kepada bayi baru lahir kecuali atas indikasi medis. Kedepan dinas kesehatan dan organisasi profesi akan melakukan pembinaan lebih lanjut ke sarana yankes  baik swasta maupun pemerintah tentang 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (LMKM) agar pemberian ASI Eksklusif akan tercapai,” jelas Helfiyan.

Keberhasilan menyusui ditentukan oleh beberapa faktor diantaranya adalah Inisiasi Menyusu Dini (IMD), ibu harus percaya diri, perilaku petugas dalam pemberian susu formula, dan dukungan keluarga. Jambi Peduli Asi (JPA) yang dibentuk oleh sekelompok ibu-ibu yang konsen terhadap pemberian ASI di Jambi melakukan salah satu terobosan yang sangat membantu Dinas Kesehatan dalam meningkatkan cakupan ASI.

Ketua JPA Jambi, Charita Maharani mengatakan, kegiatan seperti ini akan dilakukan secara rutin dan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jambi. “Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah menambah kesadaran masyarakat akan pentingnya pemberian ASI dan pemberian dukungan kepada ibu meyusui. Serta sebagai sarana informasi pemberian ASI selain dapat dilakukan di kelas ibu peduli ASI yang dilakukan oleh JPA, informasi seperti ini bisa didapat disarana pelayanan kesehatan seperti rumah sakit dan Puskesmas,” katanya.

Dinas Kesehatan Provinsi Jambi sendiri telah melatih konselor menyusui sebanyak 105 orang dari 176 puskesmas yang ada di Provinsi Jambi. Kekurangan puskesmas yang belum dilatih akan dilakukan pada tahun 2013 dan 2014. Kepada ibu-ibu hamil atau ibu-ibu menyusui yang memerlukan informasi tentang ASI diharapkan datang ke Puskesmas terdekat.  

(hai/adv)

Tags :
Kategori :

Terkait