Until Today

Kamis 22-04-2021,00:00 WIB

Ciel dan Adelard tengah bersiap – siap untuk pergi ke bandara karena kerja sama perusahaan Ciel dan perusaahan local di Indonesia berjalan dengan lancar serta Ciel juga sudah selesai mengawasi dan mengevaluasi pembanguanan perusahaannya di negara yang sangat eksotis menurutnya. Ciel dan Adelard kali ini pergi menggunakan taksi, walau Ciel dan Adelard memiliki mansion dengan jejeran mobil mahal didalamnnya, Ciel dan Adelard tetap memilih untuk low profile terkadang. Di tengah perjalanan mereka, tak sengaja Ciel menangkap sosok wanita yang sama yang kemaren ia kejar.

 

Ciel sangat yakin itu terlihat dengan ransel pinknya yang sama dan mantel yang sama di tangan wanita itu hanya hari ini wanita itu tidak sendirian, dia bersama wanita tua yang mungkin di usia 60 tahunan jika Ciel taksir. Wanita itu masih menggunakan bajunya yang sama persis dengan kemarin membuat Ciel sangat yakin dia tidak salah orang. Ciel melihat jam tangannya, jam 8 lewat 10 adalah waktu yang tertera dan setengah jam lagi adalah keberangkatan tiket pesawatnya menuju kanada.

 

“Berhenti pak,” Ucap Ciel pada supir taksi.

 

Adelard memandang Ciel heran pasalnya mereka bisa ketinggalan pesawat, sebelum Adelard bertanya Ciel segera memberi kode melalui matanya untuk segera turun dan segera Ciel memberikan beberapa lembar uang kepada supir taksi dan ikut menyusul Adelard keluar.

 

“Kau gila?” Tanya Adelard langsung menahan kesal dengan kelakuan Ciel.

 

“dengar Ad, aku sedang terburu – buru. Aku ingin di Indonesia lebih lama, jadi tinggallah dua hari dulu disini dan urus masa tinggalku di negara ini agar aku bisa tinggal lebih lama,” setelah selesai mengucapkan kalimatnya Ciel segera berlari untuk menghampiri sosok wanita yang selalu mengganggunya.

 

“Untuk apa?” teriak Adelard karena jarak Ciel sudah lumayan jauh darinya.

 

“Menjemput calon nyonya Ciel Aarav” teriak Ciel lagi lalu berlalu pergi tanpa menghiraukan lagi perkataan Adelard. Ciel tidak tahu bagaimana ia bisa mengatakan hal itu, namun anehnya ia menikmati sebuatan yang ia lontarkan. Nyatanya, sejak Ciel kehilangan mantelnya dan melihat mantel yang sama di wanita itu Ciel tidak pernah melupakan sosok wanita itu. Wajah tirusnya, hidungnya yang mungil, bibir merah mudanya dan jangan lupakan rambut hitam panjangnya. Wanita itu sangat manis, dan terlalu cantik. Terlihat seperti wanita dewasa dan juga anak kecil di saat bersamaan. Ciel tidak bisa menghentikan senyumnya kala mengingat wanita yang terus mengusiknya sejak 2 hari lalu dan dapat…

 

Tags :
Kategori :

Terkait