Minggu 29-08-2021,00:00 WIB

“Wine?” Tawar Gangga pada Rena yang hanya diam mengamati Gangga sedari tadi sejak pertemuannya dengan Reno.

Reno dan Rena bertemu di salah satu jalan kecil arah menunju klubnya, saat itu Rena ada dalam keadaan babak belur tanpa uang saat harus melawan preman yang berniat mencuri dan melecehkan dirinya, untuknya Rena sempat melakukan perlawanan dan perlindungan terhadap dirinya, hingga akhirnya Reno datang menyelamatkannya. Sayangnya, Reno memang sebajingan itu sebagai laki – laki, Rena seolah selamat dari mulut hariamu namun masuk ke lubang buaya, Reno memang menyelamatkannya, namun permintaan Reno sebagai imbalan terhadap Rena, membuat Rena ingin sekali menenggelamkan laki – laki itu ke bagian terpencil di benua Antartika. Untungnya, Reno masih bisa diajak bekerja sama dengan perjanjian Rena akan bekerja di klubnya selama setengah tahun saat dibutuhkan, dan disaat yang sama Rena mengenali Reno sebagai teman dekat Gangga, hingga tanpa pikir panjang Rena menyanggupinya.

“Orange juice,” Ucap Rena menatap Gangga lekat, Rena hanya mendapat anggukan singkat dari Gangga.

“Gangga,” Panggil Rena, Rena mendapati Gangga berbalik, Rena menatap Gangga intens seolah tiada hari esok untuk bertemu Gangga.

“Nope,” Ujar Rena setelahnya dengan senyuman tipis, bahkan karena tipisnya senyuman Rena, mungkin senyuman itu tidak dapat dikatakan sebagai sebuah senyuman.

***

Sesekali Gangga melirik diam wanita yang datang dengan alasan jalinan kerjasama bersama Reno. Gangga tidak tahu apa yang terjadi dengan dirinya, hanya saja wanita itu terasa begitu familiar untuknya, seolah wanita itu dekat dengannya, namun seberapa keras pun Gangga berusaha mengenali wanita tersebut, tak sesosok orangpun hadir di ingatannya untuk menggambarkan wanita tersebut.

Siapa namanya tadi, Rena? Namanya terasa asing namun disaat bersama Gangga seolah merasa sering menemukan nama tersebut di sekitarnya. Hanya saja dimana? Gangga tidak dapat mengingatnya.

Gangga melihat wanita tersebut mengamatinya dengan terang – terangan seolah Gangga adalah seorang teroris yang setiap gerak – geriknya harus diperhatikan. Gangga memberikan pesanan Rena.

“Thanks,” Ujar Rena dengan senyuman seolah minuman Gangga termasuk sesuatu yang bagus namun tidak layak untuk dihargai, entah hanya perasaan Gangga saja yang merasa seperti itu atau memang cara Rena bersikap bertujuan untuk merendahkan Gangga. Gangga berusaha tenang, untuk tidak mempedulikan apapun tentang Rena.

“Gangga,” Panggil Rena masih dengan senyuman merendahkan.

“Remember me?” tanyanya kali ini dengan tampang licik penuh makna.

Ketenangan Gangga pupus sudah, seharusnya Gangga tidak melupakan wanita seperti Rena, namun mengapa Gangga tidak bisa mengingatnya.

Siapa Rena sebenarnya? (*)

Bersambung

Tags :
Kategori :

Terkait