Kualitas Udara Tak Sehat, Kasus ISPA Tanjabtim Naik

Kualitas Udara Tak Sehat, Kasus ISPA Tanjabtim Naik

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tanjabtim, Eko Purnomo--

MUARASABAK, JAMBIEKSPRES.CO.ID– Kualitas udara di Kabupaten Tanjabtim yang masuk kategori tidak sehat mulai berdampak terhadap kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Dinas Kesehatan mencatat adanya kenaikan jumlah kasus harian sejak Kualitas udara memburuk akibat paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tanjabtim, Eko Purnomo mengatakan, jumlah kasus ISPA pada 7 September 2026 mencapai sekitar 90 kasus dalam sehari. Angka tersebut meningkat dibandingkan sebelumnya yang berada di kisaran 50 kasus per hari.

BACA JUGA:Bungo Hadapi Tekanan Fiskal Rp280 Miliar, Bupati Dedy Putra Perketat Efisiensi Anggaran 2027

"Sejak kualitas udara ditetapkan tidak sehat, pada 7 September kasus ISPA agak meningkat sedikit. Sebelumnya sekitar 50 kasus per hari, sekarang menjadi sekitar 90 kasus," ujar Eko.

Berdasarkan data yang dihimpun dari seluruh Puskesmas di Kabupaten Tanjabtim, hingga 7 September 2026 tercatat 2.281 kasus ISPA pada balita dan 18.043 kasus pada kelompok dewasa.

BACA JUGA:Fazzio Youth Festival 2026 Sukses Guncang Bandung dan Bali, Bertabur Bintang Tamu hingga JKT48

Meski mengalami kenaikan secara harian, Eko menyebut jumlah kasus ISPA secara keseluruhan masih relatif stabil. Hingga September 2026, kasus ISPA masih berada di kisaran 20 ribuan. Sementara sepanjang 2025, jumlah kasus ISPA hingga Desember tercatat sebanyak 33.866 kasus.

"Kalau secara frekuensi dibandingkan tahun lalu tidak terlalu berbeda jauh. Bulan September ini masih di angka 20 ribuan, sedangkan tahun 2025 sampai Desember sebanyak 33.866 kasus," jelasnya.

BACA JUGA:Pemkab Tanjung Jabung Barat Siap Akselerasi Perizinan Jargas APBN Bersama KSP

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena pada 2025 Tanjabtim tidak mengalami kabut asap seperti tahun ini. Namun, meski wilayah Tanjabtim terpapar asap karhutla dan kualitas udara masuk kategori tidak sehat, peningkatan kasus ISPA masih tergolong terkendali.

Dinkes Tanjabtim kini melakukan sejumlah langkah antisipasi untuk mencegah peningkatan kasus lebih lanjut. Masker telah disiapkan dan didistribusikan ke Puskesmas untuk dibagikan kepada masyarakat.

Selain itu, stok obat-obatan di seluruh Puskesmas juga dipastikan mencukupi sebagai langkah kesiapsiagaan apabila terjadi lonjakan kasus ISPA.

BACA JUGA:Empat Bedeng di Panca Karya Jambi Timur Terbakar Saat Magrib

"Kita sudah melakukan antisipasi, termasuk memastikan ketersediaan masker di Puskesmas untuk dibagikan kepada masyarakat. Untuk obat-obatan juga tercukupi," pungkasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: