MITSUBISHI JANUARI 2026

Muaro Jambi Dikepung Hotspot, 285 Titik Terdeteksi dalam 22 Hari

Muaro Jambi Dikepung Hotspot, 285 Titik Terdeteksi dalam 22 Hari

Muaro Jambi Dikepung Hotspot, 285 Titik Terdeteksi dalam 22 Hari--

MUARO JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID- Kabupaten MUARO JAMBI menjadi salah satu Wilayah dengan sebaran titik api tertinggi di Provinsi Jambi sepanjang Agustus 2026.

Berdasarkan data yang dilansir dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jambi, titik api yang terdeteksi di Wilayah Muaro Jambi berjumlah 285 titik, terhitung tanggal 1 sampai 22 Agustus.

BACA JUGA:Kejati Jambi dan Kuasa Hukum Tegaskan Tak Ada Penggeledahan Rumah Ade Erlanda

Jumlah itu menempatkan Muaro Jambi di posisi kedua terbanyak di Jambi pada Agustus, setelah Kabupaten Sarolangun dengan 406 titik. Kabupaten Tebo berada di urutan ketiga dengan 241 titik.

BACA JUGA:ISPU Jambi Meningkat, Gubernur Al Haris Instruksikan Warga Batasi Aktivitas Luar dan Buka Opsi Sekolah Daring

Jika dihitung sejak awal tahun, jumlahnya lebih besar. Periode 1 Januari hingga 22 Agustus 2026, BMKG mencatat 710 titik hotspot di Muaro Jambi. Angka tersebut menjadi yang ketiga tertinggi di Provinsi Jambi, setelah Sarolangun sebanyak 759 titik dan Tanjung Jabung Barat 719 titik.

BACA JUGA:Gubernur Al Haris Lantik 31 Kepsek SMAN/SMKN di Provinsi Jambi dan 12 Pejabat Fungsional, Ini Namanya

Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Jambi, Jaya Martuah Sinaga, mengatakan peningkatan titik hotspot mulai terlihat sejak Juli. Sebelumnya, sebaran titik panas cenderung fluktuatif dengan jumlah yang relatif landai.

BACA JUGA:Gubernur Al Haris Lantik 31 Kepsek SMAN/SMKN di Provinsi Jambi dan 12 Pejabat Fungsional, Ini Namanya

“Mulai mengalami kenaikan yang cukup signifikan di bulan Juli dan Agustus tahun ini,” kata Jaya, Minggu (23/8) siang.

 

Kenaikan hotspot itu berlangsung ketika Muaro Jambi memasuki musim kemarau dengan curah hujan yang jauh di bawah kondisi normal. Jaya mengatakan sekitar 85 persen curah hujan di wilayah Muaro Jambi berada di bawah 50 milimeter.

 

“Di Kabupaten Muaro Jambi ini merupakan musim kemarau di bawah normal. Kenapa di bawah normal, karena 85 persen itu hujannya di bawah 50 milimeter,” sampainya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait