Optimalisasi Peran kader Kesehatan dan keluarga
Foto bersama--
JAMBI , JAMBIEKSPRES.CO.ID-Penyakit diabetes melitus (DM), termasuk program transformasi kesehatan pilar yang pertama yaitu transformasi layanan primer, yang merupakan prioritas dari kementerian Kesehatan dalam pencegahan dan penataklasanaan. Diabetes Melitus Tipe II (DMT2), merupakan penyakit kronis yang semakin meningkat prevalensinya di Indonesia, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Penyengat Olak.
Kader kesehatan desa dan keluarga pasien, memegang peranan strategis dalam upaya meningkatkan kepatuhan pengobatan dan pengendalian DMT2. Pengabdian Masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan peran kader, serta keluarga dalam monitoring kepatuhan pengobatan dan pengendalian gula darah pada pasien DMT2 di wilayah kerja Puskesmas Penyengat olak Kabupaten Muara Jambi.
Kegiatan pengabdian Masyarakat, melibatkan Kepala Puskesmas melalui Penanggungjawab PTM Puskesmas Penyengat Olak, Kepala Desa dan masyarakat Desa Penyengat Olak sebagai Mitra Pengabmas.Solusi yang diusulkan adalah pelaksaanaan program penguatan kapasitas kader dan keluarga, melalui edukasi Kesehatan. Kegiatan telah dilaksanakan dengan memberikan penyuluhan kepada 35 kader Kesehatan, 15 keluarga pasien dan 15 orang pasien DMT2.
Tim Kegiatan pengabdian Masyarakat ini di ketua oleh Dr. Hj. Ernawati, S.Kep.,M.Kep dengan anggota Junita, S.Pd, Ns, STR.,Kep.,M.Kes dan Ns.Debbie Nomiko, S.Kep.,M.Kep. Dimana kegiatan ini merupakan salah satu perwujudan dari Tridarma PerguruanTinggi yang rutin dilakukan setiap tahun.
Dalam pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam 2 tahap, yang pertama sasarannya adalah kader kesehatan yang berjumlah 35 orang, dengan materi edukasi tentang penyakit Diabetes melitus Tipe II, mencakup pengertian, tanda gejala, faktor penyebab, pencegahan, pengeolahan dan pentingnya makan sehat, olah raga, kepatuhan pengobatan dan kontrol gula darah, serta peran kader dalam mendampingi monitoring kepatuhan pengobatan dan pengendalian gula darah pasien DMT2. Kegiatan yang kedua, sasarannya adalah pasien dan keluarga yang berjumlah 30 orang, melalui kegiatan pemeriksaan gula darah pada pasien DMT2, dan memberikan edukasi tentang penyakit DM dan peran keluarga dalam monitoring kepatuhan pengobatan dan control gula darah.
"Untuk mengetahui keberhasilan kegiatan dilakukan pre test pengetahuan sebelum penyampaian materi edukasi dan post test , setelah penyampian materi edukasi," kata Dr. Hj. Ernawati, S.Kep.,M.Kep.
Hasil pre post test sebagai evaluasi untuk mengetahui apakah terjadi peningkatan pengetahuan kader dan kelurga, dalam monitoring kepatuhan pengobatan dan pengendalian gula darah pada pasien DMT2.
"Selain itu kader dan keluarga juga dibekali denga tabel monitoring kepatuhan pengobatan dan kontrol gula darah," terangnya.
Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian Masyarakat di Puskesmas Penyengat Olak, edukasi kepada kader dan keluarga, dapat menjadi salah satu strategi untuk mengatasi masalah Kesehatan pada tingkat komunitas. "Kader dan keluarga dapat berperan sebagai pengingat dan pendamping pasien, sedangkan Puskesmas berperan sebagai pusat pelayanan, pembinaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Pola tersebut menciptakan kesinambungan antara pelayanan kesehatan formal dan dukungan di lingkungan tempat pasien tinggal," tandasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




