MITSUBISHI JANUARI 2026

Jembatan Permanen Bentari Wujudkan Mimpi Warga Betung

Jembatan Permanen Bentari Wujudkan Mimpi Warga Betung

Jembatan Permanen Bentari Wujudkan Mimpi Warga Betung-Ist-

MUAROJAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID – Masyarakat Desa Betung, Kecamatan Kumpeh, akhirnya bisa menikmati akses penyeberangan yang lebih aman dan nyaman setelah Jembatan Bentari (Betung-Batanghari) resmi beroperasi. 

Kehadiran jembatan permanen tersebut mengakhiri ketergantungan warga terhadap perahu dan jembatan gantung yang selama puluhan tahun menjadi satu-satunya sarana penghubung.

BACA JUGA:Pesta Hadiah Yamaha di Jakarta Fair Kemayoran 2026, Pengunjung Berpeluang Menangkan 1 Unit Motor

Jembatan yang diresmikan Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno (BBS) itu menjadi infrastruktur strategis yang diharapkan mampu meningkatkan konektivitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan pedesaan.

Selain mempermudah mobilitas warga, jembatan tersebut akan menunjang akses pendidikan, kesehatan, hingga memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan masyarakat.

BACA JUGA:Harga TBS Sawit Pasaman Barat Tembus Rp3.684 per Kilogram, Ini Daftar Harga Baru TBS Per 14 Juni 2026

Menariknya, pembangunan Jembatan Bentari dengan nilai sekitar Rp1,55 miliar itu terwujud melalui semangat gotong royong. Pendanaannya berasal dari swadaya masyarakat, dukungan perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), serta bantuan dari Bupati Muaro Jambi.

BBS mengatakan pembangunan infrastruktur hingga ke wilayah pelosok merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan di Kabupaten Muaro Jambi.

“Jembatan sudah jadi. Saya berharap jembatan ini bisa dimanfaatkan dan dirawat dengan baik,” ujarnya.

Menurut dia, keberhasilan pembangunan Jembatan Bentari menjadi bukti kuat bahwa kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha mampu menghasilkan pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

BBS juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi jembatan agar usia pakainya dapat bertahan lama. Karena itu, pemerintah desa diminta membuat aturan terkait kendaraan yang boleh melintas sesuai kapasitas konstruksi jembatan.

“Kalau kapasitasnya 8 ton, maka kendaraan yang melebihi kapasitas tersebut tidak boleh melintas,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Betung Rifai mengaku bersyukur atas terwujudnya jembatan permanen yang selama ini menjadi impian masyarakat.

Ia menceritakan, sebelum jembatan tersebut dibangun, warga harus menggunakan perahu untuk menyeberang. Setelah itu, masyarakat hanya bisa memanfaatkan jembatan gantung yang memiliki keterbatasan akses.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: