Bupati M. Syukur: Jadikan Rumah Lebih Akrab dengan Al-Quran dan Anak Dekat Masjid
Foto bersama--
BANGKO, JAMBIEKSPRES.CO.ID – Bupati Merangin, M. Syukur, menegaskan bahwa esensi utama penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur'an dan Hadits (MTQH) tidak sekadar mencari juara, melainkan membawa nilai-nilai suci Al-Quran ke dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan mendalam tersebut disampaikannya saat secara resmi menutup perhelatan MTQH ke-52 Tingkat Kabupaten Merangin di Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Manau, Rabu malam (22/7).
BACA JUGA:Tiga tersangka dugaan korupsi DAK Disdik Provinsi Jambi dilimpahkan ke kejaksaan
Bupati M. Syukur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum selesainya helat keagamaan ini sebagai pijakan awal membangun karakter keluarga yang religius.
"Mari kita pulang dari MTQH ini dengan membawa satu tekad yang sama: menjadikan rumah kita lebih akrab dengan Al-Qur'an, menjadikan anak-anak kita lebih dekat dengan masjid, dan menjadikan kehidupan masyarakat Merangin semakin religius, rukun, damai, dan bermartabat," ujar Bupati M. Syukur di hadapan ribuan warga dan kafilah yang hadir.
BACA JUGA:Enam Orang Diamankan dalam Operasi Antik di Legok Jambi, Hasil Tes Urine Positif Narkoba
Dalam amanatnya, Bupati M. Syukur mengingatkan bahwa penutupan MTQH ke-52 bukanlah akhir dari segalanya, melainkan langkah awal perjalanan keagamaan yang lebih besar di tengah masyarakat.
"Setiap perhelatan memiliki akhir. Namun tidak semua akhir adalah penutup. Ada akhir yang justru menjadi awal dari perjalanan yang lebih besar," ungkapnya.
BACA JUGA:B50 dan Masa Depan Ekonomi Jambi: Momentum Keluar dari Jebakan Komoditas
Ia menekankan agar masyarakat tidak terjebak pada euforia perebutan piala semata, melainkan fokus pada pengamalan nilai-nilai Al-Quran.
"Hari ini kita menutup MTQH, tetapi sesungguhnya kita sedang membuka lembaran baru untuk semakin mencintai Al-Qur'an dan Hadits. Sebab tujuan utama MTQH bukanlah sekadar mencari siapa yang terbaik dalam membaca, menghafal, atau memahami ayat-ayat Allah. Tujuan yang jauh lebih besar adalah menghadirkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam keluarga, di sekolah, di masjid, di lingkungan masyarakat, hingga menjadi karakter dalam kehidupan sehari-hari," tuturnya.
Lebih lanjut, Bupati M. Syukur mengaitkan penguatan spiritualitas ini dengan arah pembangunan daerah menuju visi besar 'Merangin Baru 2030'. Menurutnya, kemajuan fisik daerah harus sejalan dengan pembangunan mental dan karakter anggotanya.
"Kabupaten Merangin sedang menapaki perjalanan menuju Merangin Baru 2030. Kita tentu ingin daerah ini semakin maju, infrastruktur dan ekonomi masyarakat meningkat, pendidikan berkembang, serta pelayanan kesehatan dan pelayanan publik lainnya semakin baik. Namun kita juga meyakini bahwa pembangunan yang paling kokoh bukan hanya pembangunan fisik, melainkan pembangunan akhlak," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




