MITSUBISHI JANUARI 2026

Oktovianus Jabat Pengawas Perumda Tirta Khayangan

Oktovianus Jabat Pengawas Perumda Tirta Khayangan

Oktovianus Jabat Pengawas Perumda Tirta Khayangan-Ist-

SUNGAIPENUH, JAMBIEKSPRES.CO.ID — Pelantikan Y.Z. Oktovianus sebagai Dewan Pengawas Perumda Air Minum Tirta Khayangan periode 2026–2030 oleh Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, Senin, 1 Juni 2026, menandai upaya baru membenahi kinerja perusahaan daerah. Namun, pekerjaan rumah sektor air bersih dinilai masih besar.

Selama beberapa tahun terakhir, layanan air bersih di Sungai Penuh kerap dikeluhkan warga—mulai dari distribusi tidak lancar, tekanan air rendah, hingga kualitas layanan yang belum merata. Kondisi ini menempatkan Dewan Pengawas baru pada posisi strategis sekaligus penuh tantangan.

BACA JUGA:Damkarmat Jinakkan Sanca di Mendalo Darat

Dalam sambutannya, Alfin menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap kinerja perusahaan. Ia meminta Dewan Pengawas tidak sekadar menjalankan fungsi administratif, melainkan aktif mengidentifikasi persoalan mendasar di tubuh perusahaan.

“Permasalahan manajemen, operasional, hingga keuangan harus dibenahi secara serius. Pengawasan tidak boleh formalitas,” ujar Alfin.

BACA JUGA:8.020 Kendaraan Lintasi Jalan Tol Jambi di Pengakhir Libur Akhir Pekan 31 Mei 2026,HK Catat Peningkatan Trafik

Ia juga menyinggung perlunya evaluasi berkala terhadap program dan kebijakan Perumda. Menurut dia, tanpa evaluasi yang konsisten, perbaikan layanan hanya akan berjalan di tempat.

Selain itu, Alfin mendorong peningkatan transparansi serta keterbukaan terhadap keluhan pelanggan. Selama ini, komunikasi antara perusahaan dan masyarakat dinilai belum optimal, sehingga banyak persoalan berlarut tanpa solusi cepat.

Hubungan kerja antara Dewan Pengawas dan direksi juga menjadi sorotan. Alfin mengingatkan agar tidak terjadi tarik-menarik kepentingan yang justru menghambat kinerja perusahaan.

Pelantikan ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Azhar Hamzah, Ketua DPRD Hutri Randa, Sekretaris Daerah Alpian, serta jajaran pejabat daerah lainnya.

Dengan berbagai persoalan yang ada, publik kini menanti apakah kepengurusan baru mampu menghadirkan perubahan nyata—atau justru kembali terjebak dalam pola lama yang membuat layanan air bersih tetap menjadi keluhan rutin warga.(Hdp)

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: