MITSUBISHI JANUARI 2026

Bank Indonesia: Sektor Pertanian Berperan Jadi Tulang Punggung Ekonomi

Bank Indonesia: Sektor Pertanian Berperan Jadi Tulang Punggung Ekonomi

Dokumentasi - Presiden Prabowo Subianto (kanan) didampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kiri) dalam kunjungan ke Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. ANTARA/HO-Kementan.-Ist-

JAKARTA, JAMBIEKSPRES.CO.ID - Bank Indonesia menyatakan sektor pertanian berperan strategis sebagai tulang punggung ketahanan ekonomi nasional, merujuk pada hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang dirilis lembaga negara tersebut.

Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia Anton Pitono mengatakan pada triwulan I 2026, aktivitas dunia usaha tercatat tetap berada di zona positif dengan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 10,11 persen, meski sedikit menurun dibandingkan triwulan IV 2025 yang mencapai 10,61 persen.

BACA JUGA:Pertamina Pastikan Stok BBM Aman di Tengah Konflik Global, Warga Diminta Bijak Gunakan Energi

“Hasil SKDU mengindikasikan kinerja kegiatan dunia usaha pada triwulan I 2026 terjaga,” kata Anton dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu, dikutip dari antara. 

Dia mengatakan mayoritas lapangan usaha tercatat menunjukkan kinerja positif, terutama sektor jasa keuangan, pertanian, kehutanan dan perikanan, industri pengolahan, serta perdagangan besar dan eceran.

BACA JUGA:Dikomandoi Mhd Pazri, Pengurus IMTC Jambi Resmi Dilantik

Terjaganya aktivitas usaha itu, kata dia, didorong oleh meningkatnya permintaan masyarakat selama periode hari besar keagamaan nasional, seperti Tahun Baru Imlek, Hari Suci Nyepi, Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah, yang beriringan dengan musim panen.

Dari sisi operasional, kapasitas produksi terpakai pada triwulan I 2026 dan tercatat sebesar 73,33 persen, meningkat dibandingkan 73,15 persen pada triwulan sebelumnya. Peningkatan itu terutama ditopang oleh sektor pertanian, kehutanan dan perikanan serta industri pengolahan.

Kondisi keuangan dunia usaha juga dinilai tetap baik, dari sisi likuiditas maupun rentabilitas, serta didukung akses pembiayaan yang relatif lebih mudah.

Memasuki triwulan II 2026, dunia usaha diperkirakan mengalami peningkatan kinerja. Bank Indonesia memproyeksikan SBT mencapai 14,80 persen, yang didorong oleh sektor pertanian, seiring berlanjutnya musim panen komoditas pangan dan tanaman perkebunan.

“Responden memprakirakan kegiatan usaha pada triwulan II 2026 meningkat dengan SBT sebesar 14,80 persen,” ujar Anton.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan capaian itu membuktikan sektor pertanian semakin kuat dan berperan sebagai fondasi utama ekonomi nasional.

“Pertanian hari ini bukan hanya penyangga, tetapi menjadi penggerak utama ekonomi nasional. Ketika sektor lain mengalami tekanan, pertanian justru hadir sebagai solusi dan penopang utama,” ujar Mentan dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Dia menambahkan penguatan sektor pertanian tidak terlepas dari berbagai langkah strategis yang telah dijalankan pemerintah, mulai dari percepatan tanam, optimalisasi lahan, pompanisasi, serta perbaikan irigasi dan distribusi pupuk.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: