MITSUBISHI JANUARI 2026

HUT 65 Tahun, Hutama Karya Cetak Laba Rp 3,09 Triliun dan Berhasil Pangkas Utang

HUT 65 Tahun, Hutama Karya Cetak Laba Rp 3,09 Triliun dan Berhasil Pangkas Utang

HUT 65 Tahun, Hutama Karya Cetak Laba Rp 3,09 Triliun dan Berhasil Pangkas Utang--

JAKARTA, JAMBIEKSPRES.CO.ID - Memasuki usia ke-65 tahun pada 29 Maret 2026, PT Hutama Karya (Persero) membuktikan kematangannya dengan performa keuangan yang kian kinclong. Berdasarkan laporan keuangan audited tahun buku 2025, perusahaan konstruksi pelat merah ini sukses membukukan laba bersih Rp 3,09 triliun atau tumbuh 11,6 persen secara tahunan (year-on-year).

BACA JUGA:H M Syukur Didorong PKJM Jadi Gubernur Jambi

Kabar baiknya, pertumbuhan laba ini diikuti dengan kondisi neraca yang semakin sehat. Hutama Karya berhasil memangkas total liabilitas atau utang sebesar 17,4 persen, dari semula Rp 58,04 triliun menjadi Rp 47,92 triliun. Penurunan beban keuangan yang mencapai 24,5 persen menjadi kunci utama efisiensi perusahaan sepanjang tahun lalu.

Direktur Utama Hutama Karya, Koentjoro, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari transformasi menyeluruh yang dilakukan secara konsisten. Perusahaan kini lebih fokus pada pertumbuhan yang berkualitas dengan mitigasi risiko yang ketat.

BACA JUGA:Harga BBM Naik! Pertamax Turbo 19.400, Dexlite 23.600, Pertadex 23.900, Ini Daftar Harga BBM 18 April 2026

"Pertumbuhan yang kami catatkan selalu berbasis ekspansi dengan mitigasi risiko. Ini adalah pertumbuhan yang dijaga kualitasnya. Laba bertumbuh, utang turun, ekuitas menguat. Kami berkomitmen mempertahankan trajektori ini sebagai fondasi jangka panjang," ujar Koentjoro dalam keterangannya.

Sektor pengoperasian jalan tol menjadi mesin uang utama bagi perusahaan. Pendapatan dari segmen ini melonjak 26,8 persen dan berkontribusi sebesar Rp 17,33 triliun, atau setara 68,9 persen dari total pendapatan eksternal perusahaan yang mencapai Rp 25,13 triliun. Penguatan ekuitas menjadi Rp 141,18 triliun bahkan diraih tanpa adanya tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) baru di tahun 2025.

BACA JUGA:Kabar Duka, Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia

Selain jago di kandang sendiri, Hutama Karya juga agresif berekspansi melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Beberapa proyek raksasa yang diamankan antara lain Flyover Panorama I Sitinjau Lauik di Sumatera Barat senilai Rp 2,7 triliun serta proyek Trans Papua Jayapura–Wamena sebesar Rp 3,3 triliun.

Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang menjadi mandat utama juga terus dikebut. Salah satu pencapaian penting adalah beroperasinya Ruas Betung–Tempino–Jambi Seksi 4 secara komersial sejak September 2025. Kini, sejak Juli 2025, kepemilikan Hutama Karya telah resmi beralih di bawah naungan PT Danantara Asset Management (Persero).

BACA JUGA:Bos HK Pelototi Proyek Raksasa Sumbar, Pastikan Tol Padang-Sicincin hingga Sitinjau Lauik Selesai Berkualitas

Koentjoro menambahkan bahwa momentum usia 65 tahun ini menjadi bukti bahwa perusahaan yang berakar dari era kolonial ini masih sangat produktif dalam mengemban tugas negara.

"Bahwa perusahaan yang lahir dari semangat membangun republik ini masih relevan, masih produktif, dan masih dipercaya untuk mengemban tugas-tugas terbesar bangsa," pungkasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait