KOPI AAA
MITSUBISHI JANUARI 2026

Harga BBM Meroket Drastis di Inggris, Per Liternya Tembus Rp33.800

Harga BBM Meroket Drastis di Inggris, Per Liternya Tembus Rp33.800

Pengisian BBM di kendaraan-mypertamina.id-

LONDON, JAMBIEKSPRES.CO.ID - Konflik antara Ameriak Serikat-Israel kontra Iran berimbas dengan harga Bahan Bakar Minyak di Inggris,

Tak hanya mengerek harga BBM, akibat konflik tersebut juga membuat sejumlah SPBU di Inggris mengalami kendala pasokan sementara pada Jumat (27/3)..

Sejak serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, lalu lintas di Selat Hormuz — jalur utama perdagangan energi global — hampir terhenti, sehingga menekan pasokan serta mengerek harga minyak dan gas.

BACA JUGA:Bakpao Gandum RoyalKueID, Pilihan Camilan Praktis yang Tumbuh Bersama Ekosistem Pemberdayaan BRI

Di Inggris, bensin kini dihargai 1,5 paun (sekitar Rp33.800) per liter, naik sekitar 15 persen dibandingkan sebelum perang. Sedangkan harga solar mencapai 1,77 paun per liter.

BACA JUGA:Transaction Banking BRI Kian Kokoh, Volume Transaksi Qlola by BRI Tembus Rp2.141,37 T hingga Februari 2026

CEO Asda, Allan Leighton, mengatakan "sebagian kecil" SPBU milik perusahaannya mengalami kendala sementara.

"Kami melihat peningkatan permintaan yang sangat tinggi akibat volatilitas harga," kata Leighton, seraya menambahkan bahwa volume penjualan BBM meningkat signifikan dikutip dari Antara.

BACA JUGA:PP Tunas Mulai Hari Ini Berlaku, Pemerintah Tegas Tak Ada Kompromi Bagi Platform Tak Patuh

"Permintaan telah melampaui pasokan. Pasokan sedang ketat, dan kami bekerja keras mengatasinya. Gangguan ini bersifat sementara, meski mungkin berlanjut selama periode pengiriman," katanya.

Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari.

BACA JUGA:Kalapas Sarolangun dan Jajaran Lakukan Stabilisasi Keamananan dan Pastikan Pemenuhan Hak-hak WBP Berjalan

Iran lalu melancarkan serangan balasan ke Israel serta sejumlah wilayah yang menampung aset militer AS di Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: