KOPI AAA
MITSUBISHI JANUARI 2026

Soal Rencana Sekolah Daring Sehabis Lebaran Batal

 Soal Rencana Sekolah Daring Sehabis Lebaran Batal

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno . ANTARA/M Riezko Bima Elk--

JAKARTA, JAMBIEKSPRES.CO.ID-Pemerintah memastikan pembelajaran secara daring sehabis lebaran Idul Fitri 2026 dibatalkan.

Pembelajaran sekolah bakal tetap dilakukan secara tatap muka. Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno.

BACA JUGA:Pemerintah Minta Masyarakat Tetap Tenang, Cadangan BBM Cukup 28 Hari

Menurut Partikno, Khusus di bidang pendidikan, sesuai hasil koordinasi dengan Mendikdasmen dan Menag, Menko PMK menyampaikan tentang pentingnya menjamin proses pembelajaran siswa tetap berjalan seperti biasa.

Bahwa di sektor pendidikan, proses pembelajaran harus semakin optimal dan jangan sampai timbul learning loss.

''Oleh karena itu, diutamakan penyelenggaraan proses pembelajaran tetap berjalan secara luring bagi siswa. Demikian juga dengan layanan medis esensial tetap beroperasi secara sepenuhnya normal,"ujarnya dikutip dari website kemenkopmk.

BACA JUGA:OJK Pastikan Fundamental Industri Perbankan Tetap Solid

Menko PMK menyampaikan, memang pernah ada diskusi tentang kemungkinan penggunaan metode hybrid yang mengkombinasikan luring dan daring.

Tetapi, mengingat pentingnya menjaga kualitas pendidikan siswa, pembicaraan lintas kementerian bahwa pembelajaran daring bagi siswa tidak menjadi sebuah urgensi saat ini. 

BACA JUGA:Update Harga Emas Antam Rabu 25 Maret 2026, Hari Ini Melonjak Rp7.000 Jadi Rp2,85 juta/gr

“Sebagaimana prioritas luar biasa Bapak Presiden kepada sektor pendidikan, mulai dari revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Unggul Garuda, maka kita harus mempercepat peningkatan kualitas pendidikan secara umum, baik yang berada di bawah Kemendikdasmen, Kemenag dan Kemendiktisainstek. Ini prioritas. Ini utama,” ujarnya.

Sebagai bagian dari transformasi pemerintahan, Menko PMK menginstruksikan untuk mempercepat transformasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, peningkatan kinerja birokrasi, peningkatan pelayanan kepada masyarakat, serta efisiensi di segala bidang.

BACA JUGA:Cerita Warga yang Mencari Informasi ke Kantor Pertanahan saat Libur Lebaran: Saya Mendapat Gambaran Konkret

Perjalanan dinas yang non-esensial harus dipangkas, optimalisasi pertemuan dan rapat secara daring, serta penerapan FWA (flexible working arrangement) secara terukur sebagai bagian dari transformasi kerja yang lebih efektif dan efisien. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: