KOPI AAA
MITSUBISHI JANUARI 2026

Peternak Telur di Tanjabtim Belum Mampu Penuhi Permintaan Pasar

Peternak Telur di Tanjabtim Belum Mampu Penuhi Permintaan Pasar

Salah satu peternakan ayam petelur yang ada di Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjabtim-Ist-

MUARASABAK, JAMBIEKSPRES.CO.ID – Tingginya kebutuhan telur ayam ras di Kabupaten Tanjabtim membuka peluang besar bagi pelaku usaha peternakan ayam petelur. Namun di sisi lain, keterbatasan produksi membuat sebagian peternak masih kewalahan memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.

BACA JUGA:Nenek di Bungo Dirampok Saat Tidur, Perhiasan Senilai Rp 20 Juta Raib

Salah satunya dialami Siroyudi, peternak ayam petelur di Kecamatan Muara Sabak Barat. Usaha yang telah ia jalankan selama belasan tahun itu hingga kini masih menghadapi kendala kapasitas produksi.

BACA JUGA:IPH Merangin Minggu Pertama Maret Turun 2,8 Persen

Ia menyebutkan, permintaan telur dari masyarakat cukup tinggi hampir setiap hari. Sementara jumlah produksi yang dihasilkan dari peternakannya masih belum mampu menutupi kebutuhan pasar lokal.

"Permintaan selalu ada dan cukup tinggi, tapi produksi telur kami masih terbatas. Jadi stok sering tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan konsumen," katanya.

Di peternakannya saat ini terdapat sekitar 2.500 ekor ayam produktif jenis Isa Brown. Dari jumlah tersebut mampu menghasilkan sekitar 1.800 butir telur setiap harinya. Produksi tersebut dinilai cukup stabil, namun belum sebanding dengan permintaan pasar yang terus meningkat.

"Telur hasil produksi peternakan tersebut tidak hanya dipasarkan ke konsumen rumah tangga dan pedagang di pasar tradisional. Sebagian juga disuplai untuk mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG)," jelasnya.

Pasokan telur tersebut dikirim ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di wilayah Kecamatan Muara Sabak Barat.

Untuk memenuhi kebutuhan bibit ayam petelur, Siroyudi mengaku selama ini masih mendatangkannya dari Kota Palembang melalui distributor yang telah menjadi mitra peternakan mereka.

Melihat tingginya permintaan telur di pasaran, ia sebenarnya berkeinginan untuk menambah kapasitas produksi dengan memperluas kandang serta menambah jumlah ayam petelur. Namun rencana tersebut belum dapat direalisasikan karena keterbatasan modal usaha.

"Kami ingin menambah kandang dan populasi ayam supaya produksi bisa meningkat. Tapi saat ini masih terkendala modal," ujarnya.

Selain persoalan permodalan, faktor cuaca juga menjadi tantangan tersendiri bagi peternak. Saat musim hujan, populasi larva lalat dan serangga lainnya meningkat sehingga dapat mengganggu kesehatan ayam.

"Untuk mengantisipasi hal tersebut, peternak secara rutin melakukan penyemprotan di sekitar area kandang agar kondisi tetap bersih dan sehat bagi ternak," terangnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: