Diduga Akibat Limbah PETI, Sungai Juara Pertama API Taman Rivera Park Tebo Keruh dan Tercemar
Diduga Akibat Limbah PETI, Sungai Juara Pertama API Taman Rivera Park Tebo Keruh dan Tercemar--
MUARATEBO-, JAMBIEKSPRES.CO.ID Sungai yang melintasi Taman Rivera Park kembali keruh akibat aktifitas penambangan emas tanpa izin (PETI) yang banyak beroperasi di sepanjang aliran sungai Rimbo Bujang.
Air sungai kembali keruh, setelah hampir sebulan lebih penambangan liar terus menggerus struktur tanah dan membawa lumpur masuk ke anak anak sungai dan mengalir menyatu ke sungai besar.
BACA JUGA:Bupati Muaro Jambi Hadiri Peringatan Haflah ke-28 Pondok Pesantren Al Muttaqin
Taman Wisata yang berlokasi di Desa Perintis, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo ini sejak dibuka tahun 2019 merupakan satu satunya destinasi wisata alam di Kabupaten Tebo yang menyediakan air sungai yang bersih serta suasana alam sejuk dan asri.
BACA JUGA:Bantai Fulham 3-0, Manchester City Terus Bayangi Arsenal
General Manager (GM) Rivera Park, Pramono Anshari, mengatakan selama beberapa tahun upaya keras terus dilakukan untuk merehabilitasi sungai.
Tanah, koral dan batu gunung disusun menjadi tebing yang ditopang oleh sisiran dan bronjong bambu.
BACA JUGA:Bupati Muaro Jambi Hadiri Ekpos 4 Desa Persiapan Menjadi Desa Definitif
Pohon kayu ditanam di pinggiran sungai sebagai penahan tanah agar tidak tergerus ketika air sungai meluap, seperti pohon kelapa, kalpataru, palem, bambu, sagu dan tanaman buah.
BACA JUGA:Tindak Pangkalan Nakal, DKUMPKP Merangin Gelar Operasi Pasar Gas LPG 3 Kg
Sisa sisa pohon kayu hutan tetap dipelihara untuk menjaga sumber air tanah. Alhasil, sungai di Rivera Park selalu mengalir sepanjang tahun meskipun di musim kemarau.
Pramono menjelaskan upaya kerja keras merehabilitasi sungai membawa Taman Rivera Park dianugerahi sebagai juara 1 Anugerah Pesona Indonesia API tingkat nasional dengan kategori destinasi baru di tahun 2021, mewakili Kabupaten Tebo.
Hal ini merupakan capaian dari usaha keras merehabilitasi lahan dan sungai yang telah lama rusak akibat tambang emas tradisional yang terbengkalai bertahun tahun.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



