Antisipasi Keadaan Darurat, PT Kimia Yasa Rutin Gelar Fire Fighting Training
TRAINING – Manager Terminal Timur Hasan Alhadad memberikan arahan saat Fire Fighting Training di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.--
BEKASI, JAMBIEKSPRES.CO.ID – PT Kimia Yasa menggelar Fire Fighting Training secara berkala sebagai upaya antisipasi keadaan darurat di area plant.
Langkah ini ditempuh sebagai bentuk keseriusan perusahaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) dan Petrokimia ini, untuk keselamatan di lingkungan kerja.
BACA JUGA:Polemik Kasus Jambret, Kapolresta Sleman Dinonaktifkan Sementara
Beberapa waktu lalu, Fire Fighting Training digelar di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Lingkar Timur, Surabaya. Kesibukan terlihat di kompleks pergudangan tersebut sejak pagi.
BACA JUGA: Update Harga Emas di Pegadaian Jumat 30 Januari 2026, Hari Ini Melonjak Tembus Rp3,275 juta/gr
Sirine berkali-kali berbunyi sebagai penanda dimulainya simulasi keadaan darurat. Tiga tim yang dibentuk, bergantian dilatih bagaimana mengunakan perangkat hydrant hingga nozzle.
Termasuk kode-kode yang dipakai selama keadaan darurat. Manager Health, Safety, and Environment (HSE) PT Kimia Yasa, Ricky, memimpin langsung jalannya simulasi didampingi tim training.
BACA JUGA:Update Harga Emas Antam Jumat 30 Januari 2026, Hari Ini Turun Rp48.000 Menjadi Rp3,12 juta/gram
Ricky menjelaskan secara rinci dasar-dasar fire fighting. Pelatihan dan simulasi sejenis sebelumnya digelar di Gudang Margomulyo, Surabaya.
Kegiatan yang sama juga digelar di Terminal Luwe Hulu, Kalimantan Tengah dan Terminal Basirih, Kalimantan Selatan.
Pelatihan di dua terminal ini dipimpin Manager Terminal Timur, Hasan Alhadad. Sementara itu, alat pemadam api ringan (APAR), alat pemadam api berat (APAB), pompa hydrant, hingga air di kolam hydrant dicek secara ketat.
BACA JUGA:Pemkot Sungai Penuh Segera Kukuhkan OPD Hasil Perampingan, ASN Mulai Berkemas
Termasuk prosedur keselamatan saat tanggap darurat. PT Kimia Yasa sendiri merupakan perusahaan swasta yang bergerak di bidang penyediaan produk LPG dan petrokimia, terutama di wilayah Jawa, Bali, Kalimantan, Jambi, hingga Kupang.
Perusahaan ini berdiri sejak 2001 dan merupakan pelopor perusahaan swasta penyedia LPG dan petrokimia di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



