Pemerintah Provinsi Jambi Dorong Percepatan Pembangunan Jalan Khusus Batubara
Gubernur Jambi dorong percepatan pembangunan jalan khusus batubara menunjang kelancaran arus ekspor demi peningkatan pendapatan daerah dan ekonomi masyarakat, Selasa (27/1/2026). ANTARA/Agus Suprayitno.--
JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID - Pemerintah Provinsi Jambi dorong percepatan pembangunan jalan khusus batu bara (hauling road) dengan melibatkan berbagai pihak demi kelancaran transportasi angkutan dari mulut tambang ke penampungan akhir sebelum pengapalan.
BACA JUGA:Upah Petugas Kebersihan Naik Sesuai Kemampuan Daerah
"Penuntasan sudah mendesak, maka kita bersama-sama membahas proses percepatan untuk kepentingan umum. Tahun ini diupayakan berfungsi seluruhnya. Harus kita coba, koordinasi cari hambatan dan selesaikan," kata Gubernur Jambi Al Haris di Jambi, Selasa, dikutip dari antara.
BACA JUGA:Kebakaran Rumah di Tambak Sari, Satu Orang Tewas Terjebak Dalam Kobaran Api
Saat memimpin rapat evaluasi jalan khusus batu bara, Senin malam (26/1), gubernur menegaskan bahwa semua pihak bersatu memikirkan masalah dan mencari solusi bersama-sama, proses pembangunan akan berjalan sesuai dengan harapan.
Gubernur mengingatkan kepada pengembang jalan khusus, agar lebih intensif melakukan koordinasi dengan pihak yang dianggap perlu, karena pembangunan jalan khusus sudah menjadi kewajiban dan wajib direalisasikan.
Menurut dia, keterlibatan pemerintah bersama TNI, Polri, Kejaksaan serta DPRD menjadi bukti keseriusan Jambi menuntaskan problem pembangunan baik dari sisi aspek pembebasan lahan hingga penolakan dari masyarakat.
Persoalan itu harus segera menemukan titik terang, guna kepentingan daerah dari sisi pemanfaatan sumber daya mineral batubara sebagai penunjang peningkatan ekonomi masyarakat dan pendapatan negara.
"Kita jalan terus, nanti masalah bidang lahan yang belum tuntas kita bersama-sama menyelesaikannya, di sini ada bupati dan perwakilan. Kita sama sama nanti menyelesaikan," jelas Al Haris.
Ketua DPRD Provinsi Jambi Muhammad Hafiz Fattah mendukung langkah percepatan pembangunan khusus, agar lebih tertata dan mendatangkan manfaat bagi daerah dari sisi pendapatan dan penyerapan tenaga kerja.
Ia mendorong, persoalan tumpang tindih sertifikat dan persoalan izin kawasan bisa di tuntaskan melalui koordinasi dan keseriusan semua pihak.
Ia mengingatkan, kerusakan jalan yang timbul akibat lalu lintas kendaraan batubara di jalan yang menjadi wewenang provinsi sangat membebankan anggaran daerah.
"Saya mengingatkan kembali kesadaran bersama jalan itu harus selesai di tahun ini, karena di sadari, jalan khusus akan memberikan dampak positif seperti penyerapan tenaga kerja dan ekonomi Jambi," tegas Hafiz.
Pembangunan jalan batubara melibatkan tiga perusahaan pengembang di bagi ke dalam tiga segmen melintasi Kabupaten Sarolangun, Batang Hari, Muaro Jambi dan Kota Jambi sepanjang lebih kurang 340 Kilometer (Km).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



