DNA Manchester United, Kembali Tontonkan Permainan Era 1990-an dan 2000-an
Selebrasi Matheus Cunha (kiri) setelah mencetak gol kemenangan untuk Manchester United dalam pertandingan Liga Inggris 2025/26 lawan Arsenal di Emirates Stadium pada Minggu (25/1/2026). Manutd.com--
JAKARTA, JAMBIEKSPRES.CO.ID- Butuh 13 tahun setelah Sir Alex Ferguson pensiun, butuh 10 kali ganti pelatih dan enam yang dipecat, untuk Manchester United kembali mempertontonkan permainan seperti Setan Merah di era 1990-an dan 2000-an.
Liga Inggris musim 2024/2025 adalah yang terburuk bagi United sejak tahun 1974 dengan finis di peringkat 15, tiga posisi di atas zona degradasi. Kini, di pertengahan musim yang menyisakan 15 pertandingan terakhir, Manchester United berada di zona Liga Champions, peringkat empat dengan 38 poin.
BACA JUGA:Bupati M. Syukur Usulkan Pemberdayaan 15 Tumenggung SAD Melalui Budidaya Ikan di Dam Betuk
Hal yang lebih manis lagi, posisi itu diraih setelah mengalahkan dua tim terbaik Liga Inggris yang menjadi kandidat kuat juara, runner up dan pemuncak klasemen: Manchester City dan Arsenal.
Tahan sebentar. Man City dan Arsenal musim ini lebih besar dari sekadar peringkat dua dan pertama. Sebelum diberi hadiah kekalahan 2-0 oleh United, Manchester City tidak terkalahkan dalam 13 laga terakhir pada semua kompetisi.
BACA JUGA:Kunker ke Merangin, Kemensos Dijadwalkan Tinjau Lokasi Sekolah Rakyat dan Dam Betuk
Sebelum takluk 3-2 oleh United, Arsenal belum pernah kalah di Emirates Stadium sepanjang musim 2025/2026. Bahkan, tim asuhan Mikel Arteta itu adalah pemuncak klasemen Liga Champions dengan catatan tujuh kali menang dari tujuh pertandingan.
Arsenal musim 2025/2026 yang disebut-sebut sebagai The Gunners dengan skuad paling dalam yang pernah ada, tidak pernah menderita kekalahan ketika mencetak dua gol ke gawang lawan selama dilatih oleh Arteta, kecuali pada dua pertandingan, yaitu saat melawan Manchester United dengan kalah 2-3 pada Desember 2021, dan takluk dengan skor 2-3 pula pada Januari 2026, saat Michael Carrick menjadi manajer tim di sisi lapangan MU.
"Pertandingan seperti ini adalah laga yang kami impikan. Saat saya datang ke United, pertandingan seperti inilah yang saya tonton di televisi," kata Matheus Cunha dikutip dari Antara
Pencetak gol penentu kemenangan laga United kontra Arsenal, Matheus Cunha, adalah fan Man United sejak kecil. Manchester United yang ia tonton di tv adalah MU-nya Sir Alex Ferguson.
"Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, menonton Manchester United bermain sungguh menyenangkan. Terima kasih Carrick," kata legenda penjaga gawang MU Peter Schmeicel.
BACA JUGA:Kemenag Alokasikan Rp1,6 T KIP Kuliah, Presiden Prabowo Dorong Perluasan Beasiswa
"Itulah gambaran singkat Manchester United dalam 10 sampai 12 tahun lalu. Itu adalah penampilan terbaik mereka dalam bertahun-tahun, bertahun-tahun, bertahun-tahun. Mereka bermain seperti Manchester United-nya Sir Alex Ferguson," kata Michael Owen, mantan penyerang United.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



