KOPI AAA
MITSUBISHI JANUARI 2026

BKSDA Jambi Dorong Masyarakat Sekitar PIKG Terlibat Bangun Ekosistem

BKSDA Jambi Dorong Masyarakat Sekitar PIKG Terlibat Bangun Ekosistem

Kepala Balai KSDA Jambi, Himawan Sasongko dorong masyarakat sekitar PIKG terlibat bangun ekosistem wisata edukasi kawasan konservasi gajah di Muaro Sekalo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Jumat (22/1/2026). ANTARA/HO-Wahdi Septiawan.--

TEBO, JAMBIEKSPRES.CO.ID - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi dorong masyarakat sekitar Pusat Informasi Konservasi Gajah (PIKG) terlibat membangun ekosistem kawasan konservasi dengan menyediakan akomodasi memadai untuk menopang kunjungan wisatawan yang datang di kawasan konservasi.

BACA JUGA:Akibat Banjir, Rute Transjakarta Dialihkan

"PIKG kita kembangkan untuk wisata edukasi Provinsi Jambi sebagai alternatif destinasi wisata alam dan meningkatkan kesadaran tentang konservasi gajah khususnya," kata Kepala BKSDA Jambi, Himawan Sasongko di PIKG Tebo, Jambi, Jumat, dikutip dari antara. 

BACA JUGA:Update Harga Emas Antam Sabtu 24 Januari 2026, Hari Ini Naik Rp7.000 menjadi Rp2,887 juta/gr

Menurut Himawan, pengelolaan kawasan konservasi gajah di Desa Muara Sekalo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, sejauh ini belum didukung akses jalan yang memadai.

Infrastruktur penghubung dari pusat kota menuju kawasan merupakan kebutuhan utama, guna mendongkrak minat masyarakat berkunjung ke kawasan konservasi gajah.

Dengan dukungan itu, ia meyakini PIKG bisa lebih di gemari sebagai alternatif wisata, sehingga masyarakat bisa lebih lama berada di dalam kawasan konservasi gajah.

Lanjut dia, sejak di resmikan tahun 2022 PIKG telah memiliki fasilitas penginapan (mess) dan sarana pendukung lain yang bisa di gunakan pengunjung supaya tetap bisa menikmati dan berinteraksi dengan gajah. Namun, sarana tersebut di akui masih terbatas.

Untuk itu, BKSDA Jambi mendorong keterlibatan masyarakat wilayah penyangga PIKG ikut berpartisipasi menyediakan tempat tinggal (akomodasi). Sehingga ekonomi masyarakat bisa ikut bangkit.

Mengingat sejauh ini, animo masyarakat berkunjung ke PIKG perlahan mulai meningkat.

PIKG berada di Bentang Alam Bukit Tigapuluh, merupakan kawasan konservasi yang berfungsi untuk memitigasi konflik gajah, memelihara gajah jinak, dan menjadi objek wisata edukasi baru.

Jarak dari ibu kota Kabupaten Tebo, ke lokasi PIKG di perkirakan 42,4 kilometer (km) dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam.

Data BKSDA menunjukkan kantong populasi gajah yang terbesar ada di Bukit Tiga Puluh Tebo, ada sebanyak 129 gajah. Kawasan Bukit Tiga Puluh membentang dari Kabupaten Tebo sampai Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Kantong populasi gajah, juga ada di Hutan Harahap, Kabupaten Batang Hari. Ada tujuh populasi gajah yang tercatat di hutan yang membentang di dua provinsi (Jambi dan Sumsel) itu.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: