MITSUBISHI JANUARI 2026

Polisi dan Disdik Mediasi Konflik Guru dan Siswa SMKN 3 Tanjab Timur

Polisi dan Disdik Mediasi Konflik Guru dan Siswa SMKN 3 Tanjab Timur

Kapolres Tanjung Jabung Timur AKBP Ade Chandra saat memberikan keterangan hasil mediasi setelah keributan yang melibatkan guru dan siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur, Kamis (15/1/2026). ANTARA/HO-Hendri Rosta.-Ist-

TANJABTIM, JAMBIEKSPRES.CO.ID - Kepolisian Resor Tanjung Jabung Timur bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jambi melakukan mediasi terkait konflik antara guru dan siswa di SMK Negeri 3 Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur).

Mediasi digelar menyusul video viral dugaan pengeroyokan siswa terhadap seorang guru Bahasa Inggris di sekolah tersebut. Proses mediasi berlangsung di ruang majelis guru dan dihadiri unsur kepolisian, TNI, kejaksaan, serta perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Kamis.

BACA JUGA:BPBD: Kota Jambi Waspadai Banjir Kiriman Dari Hulu Sungai Batanghari

"Kami berupaya mencari solusi terbaik bagi semua pihak agar permasalahan ini dapat diselesaikan secara adil dan kondusif," kata Kapolres Tanjung Jabung Timur AKBP Ade Chandra di Tanjab Timur, dikutip dari antara. 

BACA JUGA:3.527 Calon Jamaah Haji di Jambi Telah Melunasi Biaya Bipih

Ia mengatakan pihaknya menyesalkan terjadinya insiden yang mencoreng dunia pendidikan tersebut. Kepolisian saat ini masih mendalami kronologi kejadian untuk mendapatkan gambaran utuh peristiwa yang sebenarnya.

Namun, dalam proses mediasi tersebut, guru yang terlibat dalam insiden, Agus Saputra tidak hadir. Diketahui ketidakhadiran tersebut merupakan yang kedua kalinya dari undangan mediasi yang telah dilayangkan.

Akibat insiden ini, aktivitas belajar mengajar di SMK Negeri 3 Berbak sempat dihentikan sementara guna menjaga situasi agar tetap kondusif.

Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Harmonis menyampaikan pihaknya sangat menyayangkan kejadian tersebut.

Ia menyatakan Dinas Pendidikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait tuntutan siswa dan sejumlah tenaga pengajar yang meminta agar guru bersangkutan tidak lagi mengajar di sekolah tersebut.

"Kami segera melakukan evaluasi sesuai ketentuan dan mekanisme yang berlaku,"ungkap Harmonis.

Di sisi lain, seorang siswa yang mengaku menjadi korban dalam insiden tersebut menyampaikan keributan bermula dari kesalahpahaman di dalam kelas. Peristiwa itu kemudian memicu emosi siswa lain hingga berujung pada aksi kekerasan.

Pihak sekolah berharap persoalan yang terjadi dapat segera diselesaikan dengan baik sehingga proses belajar mengajar di SMK Negeri 3 Berbak dapat kembali berjalan normal.(ant) 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: