DISWAY BARU

Danantara Indonesia Serahkan 600 Unit Huntara Kepada Pemkab Aceh Tamiang

Danantara Indonesia Serahkan 600 Unit Huntara Kepada Pemkab Aceh Tamiang

Danantara Indonesia Serahkan 600 Unit Huntara Kepada Pemkab Aceh Tamiang--

ACEH TAMIANG – Pengungsi terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang kini mendapat harapan baru dan memasuki babak pemulihan berikutnya.

Setelah melewati masa darurat, mereka bersiap menempati hunian sementara yang lebih tertata, lebih aman, dan lebih layak untuk memulai rutinitas kembali. Bersama beberapa BUMN, PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) berkolaborasi dan berkontribusi dalam fase ini melalui peran sebagai kontraktor pelaksana pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara).

BACA JUGA:Gubernur Jambi Imbau Warga Bantaran Sungai Waspada Ancaman Banjir

Pada Kamis (8/1), Danantara Indonesia secara resmi menyerahkan 600 unit huntara kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang sebagai penanda bahwa kawasan hunian tersebut siap dimanfaatkan melalui mekanisme pengelolaan pemerintah daerah. 

Managing Director Stakeholder Management and Communications Danantara, Rohan Hafas, menyampaikan bahwa penyerahan huntara merupakan bagian dari komitmen Danantara Indonesia untuk menghadirkan hunian sementara yang layak, aman, dan mendukung pemulihan layanan dasar bagi warga terdampak. “Pemulihan tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi bergerak pada bagaimana hunian benar-benar memberi ruang bagi keluarga untuk kembali menjalani kehidupan sehari-hari,” jelasnya.  

BACA JUGA:Merangin Barometer Sepakbola Jambi, Wabup A. Khafidh Lepas Kontingen Gubernur Cup 2026

Kolaborasi ini juga mendapat sambutan hangat dari pejabat tinggi. Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya menyampaikan apresiasi atas sinergi lintas BUMN dan pemerintah daerah. “Kita bangga melihat kolaborasi yang terjadi. Ini contoh luar biasa yang menginspirasi wilayah lain,” jelasnya.  

Di tingkat lokal, Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi juga mengucapkan terima kasih atas kecepatan pembangunan. “Ini hunian pertama yang kami terima sejak bencana. Terimakasih banyak kepada Danantara dan seluruh BUMN yang telah membangun ini. Masyarakat sudah menanyakan hunian layak. Kami akan distribusikan bertahap mulai 100 unit agar adaptasi berjalan mulus,” jelasnya. 

BACA JUGA:Korban Banjir Sumatera, Pemerintah Siapkan Kompensasi Rumah

Pembangunan huntara dimulai pada 24 Desember 2025 dan diserahterimakan pada 8 Januari 2026, menegaskan percepatan kerja lapangan pada masa tanggap pemulihan. Dari sisi standar kelayakan, hunian dibangun untuk memenuhi kebutuhan hunian darurat yang aman, dengan struktur yang disiapkan kokoh serta utilitas dasar yang dirancang berfungsi saat ditempati. Akses air bersih disediakan, sanitasi dibuat memadai, dan dukungan listrik turut dipersiapkan agar aktivitas warga dapat berjalan lebih tertib dan sehat. Layanan kesehatan juga menjadi bagian dari dukungan yang disiapkan, sebagai upaya menjaga pemulihan berjalan serentak dengan pemenuhan kebutuhan dasar warga.  

BACA JUGA:An Se Young Tantang Wang Zhi Yi di Partai Final Malaysia Open

Selain unit hunian, kawasan Rumah Hunian Danantara juga dilengkapi fasilitas pendukung yang menyentuh kebutuhan sosial keluarga di masa transisi. Fasilitas tersebut mencakup klinik, taman bermain, akses internet, serta dukungan listrik tanpa biaya, sehingga warga tidak hanya memiliki atap, tetapi juga ruang untuk kembali membangun ritme hidup. Pasca serah terima, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang akan menjalankan mekanisme pengelolaan, termasuk penetapan penerima manfaat, distribusi, serta proses relokasi atau penempatan, agar pemanfaatan berjalan tepat sasaran dan tertib. Skema ini menjadi penting karena pemulihan pascabencana bukan hanya soal percepatan, tetapi juga soal ketepatan dan keadilan dalam penyaluran. Dengan demikian, hunian yang telah disiapkan dapat benar-benar menjawab kebutuhan keluarga terdampak di lapangan. 

BACA JUGA:Lesu! Harga TBS Kelapa Sawit Jambi Turun Lagi, Ini Daftar Harga BaruTBS 9-15 Januari 2026

Direktur Operasional II Hutama Karya, Gunadi, menekankan bahwa pekerjaan konstruksi dalam penanganan pascabencana perlu menjaga mutu sekaligus fungsi, karena yang dinilai pada akhirnya adalah kenyamanan dan keselamatan keluarga yang menempati. “Hunian ini harus benar-benar siap dihuni untuk menunjang rutinitas keluarga. Kami berharap, kolaborasi banyak pihak di Rumah Hunian Danantara ini dapat menjadi penyemangat untuk semua warga terdampak. Kami bersama-sama membangun hunian ini bukan sekadar unit, tetapi rumah yang aman dan layak untuk dihuni,” terang Gunadi. Lebih lanjut, ia menilai Huntara merupakan ruang transisi yang membantu keluarga kembali beraktivitas, dari mengurus kebutuhan harian hingga memastikan anak-anak memiliki lingkungan yang aman.  

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: