DISWAY BARU

Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNJA Adakan Pengabdian Pada Masyarakat

Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNJA Adakan Pengabdian Pada Masyarakat

Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNJA Adakan Pengabdian Pada Masyarakat dengan Tema “Pengelolaan Limbah Rumah Tangga Perempuan dalam Menghadapi Krisis Sampah”--

Dengan Tema “Pengelolaan Limbah Rumah Tangga Perempuan dalam Menghadapi Krisis Sampah”

MUARO JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID–  Universitas Jambi merupakan perguruan tinggi negeri di Jambi, setiap tahun selalu melaksanakan Pengabdian Pada Masyarakat, ini merupakan salah satu wujud dari Tri Darma Perguruan Tinggi. Hal ini juga tidak luput dari Tim PPM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi, setiap tahun melaksanakan Pengabdian Pada Masyarakat sebagai wujud dari Tri Darma Perguruan Tinggi.

Salah satu program Pengabdian Pada Masyarakat dengan judul Pengelolaan Limbah Rumah Tangga Perempuan dalam Menghadapi Krisis Sampah di Desa Marosebo Kecamatan Jambi Luar Kota Kabupaten Muaro Jambi.

BACA JUGA:Kolaborasi DWP UNJA-Oriflame, Mahasiswa Didorong Aktif di Era Ekonomi Digital

Berdasarkan hasil survey awal dan diskusi Tim PPM yang di ketuai oleh Prof. Dr. Dra. Heriberta, M.E. bersama Kepala Desa Marosebo Bapak Muhammad Rusli pada Tanggal 13 juli 2025, ditemukan tantangan yaitu permasalahan sampah rumah tangga semakin menjadi tantangan serius di berbagai daerah, termasuk di Desa Marosebo, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi. 

BACA JUGA:BKPSDM Pastikan SK PPPK Bungo Diserahkan Sebelum 1 Oktober

Inisiatif dari TIM PPM FEB UNJA disambut baik oleh Pemerintah Desa Marosebo, ditandai dengan ditandatanganinya Surat Pernyataan Kesediaan Kerjasama Kemitraan dalam Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat (PPM) pada tanggal 14 Mei 2025. Pengabdian ini dilaksanakan pada kamis tanggal 21 Agustis 2025 bertempat di Aula Balai Desa Marosebo dan  sekaligus untuk menjawab tantangan diatas, tim dosen dan mahasiswa melalui program Pengabdian pada Masyarakat (PPM) melaksanakan kegiatan pendampingan dengan tema “Pengelolaan Limbah Rumah Tangga Perempuan dalam Menghadapi Krisis Sampah”. 

  BACA JUGA:Wujud Dukungan SKK Migas PetroChina Pada Ketahanan Pangan, 2 Mesin Bed Dyer Jagung Diserahkan ke Polda Jambi

Kegiatan ini berfokus pada pemberdayaan perempuan desa sebagai aktor utama dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Melalui pelatihan, sosialisasi, serta praktik langsung, peserta diberikan pengetahuan tentang pemilahan sampah organik dan anorganik, pengolahan limbah menjadi produk bernilai guna, hingga strategi mengurangi timbulan sampah rumah tangga sejak dari sumbernya.

Sebagai bagian dari kegiatan, tim pengabdian juga menghadirkan simulasi penggunaan alat pencacah limbah organik serta alat pembuat pakan ternak. Melalui praktik ini, peserta belajar bagaimana limbah dapur, seperti sisa sayur dan buah, dapat dicacah untuk kemudian diolah menjadi bahan baku pakan ternak yang bermanfaat. Dengan demikian, sampah rumah tangga tidak hanya berkurang, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat desa.

BACA JUGA:TK Negeri 2 Setiris Muaro Jambi Harapkan Segera Terima Program MBG

Kegiatan pengabdian ini di buka oleh Kepala Desa Marosebo, Muhammad Rusli dan menyambut baik inisiatif ini. Ia menegaskan bahwa kegiatan pengabdian ini selaras dengan program pemerintah daerah dalam pengurangan sampah rumah tangga. “Kami berharap masyarakat, khususnya kaum perempuan, bisa menjadi teladan dalam mengelola sampah, sehingga Desa Marosebo bisa menjadi contoh bagi desa lain di Kabupaten Muaro Jambi,” ungkapnya.

Kata sambutan dari Ketua PPM Prof. Dr. Dra. Heriberta, M.E.. Menurut beliau perempuan memiliki peran sentral dalam mengatur rumah tangga, sehingga keterlibatan mereka sangat penting dalam menjaga kebersihan lingkungan. “Kami ingin menumbuhkan kesadaran sekaligus membekali ibu-ibu rumah tangga di Desa Marosebo agar mampu mengelola sampah dengan cara yang lebih ramah lingkungan. Melalui simulasi alat pencacah dan pembuat pakan ternak, kami ingin menunjukkan bahwa sampah bisa diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai ekonomi,”ujarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: