Aktivitas Tol Tempino-Simpang Ness Tergolong Rendah : 600-an Mobil Per Hari, Begini Analisa Sebabnya
Aktivitas Tol Tempino-Simpang Ness Tergolong Rendah : 600-an Mobil Per Hari, Begini Analisa Sebabnya-Ist-
JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID – Aktivitas lalu lintas di Tol Tempino-Simpang Ness yang baru diresmikan Minggu (14/9/2025) masih tergolong sepi. Tercatat 600-an mobil per hari yang melintas di Tol baru kebanggan warga Jambi ini.
Branch Manager Ruas Tol Bayung Lencir-Tempino (Baleno), Hanung Hanindito mengatakan rata-rata kendaraan 600 per hari.
BACA JUGA:Pemprov Jambi Perkuat Reformasi Birokrasi, Wamen PAN-RB: Birokrasi Harus Adaptif dan Responsif
"Angka trafik di Jalan tol Tempino – Simpang Ness memang masih terlihat sedikit. Berbanding dengan Ruas yang telah lama ada yakni Bayung Lencir-Tempino (Baleno) itu sekitar 2.000-2.600 per harinya,” katanya (18/6).
BACA JUGA:Sy Fasha Serahkan Aspirasi Mahasiswa Jambi ke Pimpinan DPR RI di Jakarta
Menurutnya, hal ini disebabkan karena adanya arus yang terpecah. Khususnya para pengendara yang datang dari arah Sumsel menuju Kota Jambi.

Aktivitas Tol Tempino-Simpang Ness Tergolong Rendah : 600-an Mobil Per Hari, Begini Analisa Sebabnya-Ist-
“Didominasi mobil pribadi rata-rata untuk di wilayah Ness. Karena juga, pengendara ini tujuannya kadang hanya untuk ke Kota Jambi, atau pekerja yang pulang ke Kota Jambi,” terangnya.
Maka dari itu, Hanung pun berharap, dengan hadirnya Jalan tol Bayung Lencir – Tempino – Jambi, khususnya ruas Tempino – Simpang Ness ini, kedepannya akan lebih memudahkan para pengendara, khususnya yang hendak menuju Padang, Riau, Medan atau sebaliknya yang ingin menuju ke Sumsel hingga Lampung.
“Seksi 3 ini, jaraknya sekitar 18 kilometer-an. Jadi cukup memotong waktu pengendara, yang biasanya lewat jalan lintas menuju Padang, Medan dari arah Sumsel, menjadi lebih singkat,” tutupnya.
Meski demikian, hingga saat ini pihaknya masih menunggu regulasi yang mengatur soal tarif tersebut.
“Pembayarannya tergantung regulator. Harus ada asistensi dari Kemekeu juga,” kata dia, kemarin.
Menyusul hal itu pula, Hanung tak menampik bahwa, Tol Baleno ini menjadi tol terlama di Indonesia yang belum memberlakukan tarif sejak beroperasional.
Disinggung mengenai berapa perkiraan tarifnya pun, Hanung belum bisa membeberkannya secara langsung. Sebab kata dia, tentu ada hitung-hitungan khusus yang dilakukan. Dan sifatnya menunggu terbitnya Keputusan Menteri PU.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



