Warga RI Berbondong-Bondong Pindah ke BBM Non Subsidi, 1,4 Juta KL Langsung Tersedot, Ini Penyebabnya
SPBU PT Pertamina Patra Niaga. (ANTARA/HO-PT Pertamina Patra Niaga)--
JAKARTA, JAMBIEKSPRES.CO.ID- Warga Republik Indonesia (RI) berbondong-bondong pindah mengonsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) Non Subsidi dari sebelumnya memakai BBM subsidi,
Data terbaru dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada awal September 2025 sudah 1,4 juta kilo liter tersedot pada masa peralihan ini.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mencatat terdapat peralihan (shifting) konsumen, dari bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jadi mengonsumsi BBM nonsubsidi, dengan angka mencapai 1,4 juta kiloliter (KL).
BACA JUGA:Hajar Makau 5-0, Vanenburg Klaim Indonesia Jauh Lebih Baik
“Terjadi shifting, yang tadinya dari subsidi Pertalite, itu menjadi (konsumen BBM) non-subsidi. Menurut hitungan kami, shifting itu terjadi sekitar 1,4 juta KL,” ujar Yuliot setelah menghadiri Rapat Kerja Komisi XII DPR RI di Jakarta, Rabu dikutip dari Antara.
Peralihan pola konsumsi tersebut, tutur Yuliot, disebabkan oleh pemberlakuan pembelian Pertalite (BBM bersubsidi) yang menggunakan QR code.
BACA JUGA:Hajar Andorra 2-0, Timnas Inggris Kokoh di Puncak Klasemen
Pemberlakuan QR code untuk pembelian BBM bersubsidi bertujuan agar subsidi yang dialirkan oleh pemerintah menjadi tepat sasaran.
Akan tetapi, Yuliot memandang perubahan ini pula yang menyebabkan BBM dari SPBU swasta kian diminati.
“Dari subsidi ke nonsubsidi juga yang menyebabkan ada peningkatan permintaan untuk badan usaha swasta,” kata Yuliot.
BACA JUGA:TENG! Tunjangan Profesi Guru Non PNS Naik Jadi Rp2 Juta per Bulan
Pernyataan tersebut terkait sejumlah jaringan SPBU yang dikelola oleh swasta, setidaknya di Jakarta, yang sejak pertengahan Agustus tidak menjual beberapa jenis BBM untuk jangka waktu yang belum dapat ditentukan. Kelangkaan itu terjadi di SPBU swasta yang dikelola oleh Shell dan BP-AKR.
BACA JUGA:Alhamdulillah, 167.035 Formasi Jabatan Fungsional Guru Madrasah Usulan Kemenag Disetujui
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



