SKK Migas PetroChina Dukung Program 'Ngajar Keliling' Sanggar Bekisah Eureka di Tanjab Timur
Foto bersama--
MUARASABAK, JAMBIEKSPRES.CO.ID – Dunia pendidikan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur kembali mendapat perhatian dari SKK Migas PetroChina International Jabung Ltd, Kali ini, SKK Migas-PetroChina International Jabung Ltd kembali memberikan dukungan penuh kepada komunitas yang tergabung dalam Sanggar Bekisah (Belajar Kreatif di Luar Sekolah) Eureka Desa Pematang Rahim, Kecamatan Mendahara Ulu. Dalam program “Ngajar Keliling” musim ke-3 tahun 2025 yang dilaksanakan di Kelurahan Simpang Tuan, kabupaten Tanjung Jabung Timur.
BACA JUGA:Hadirkan Sanggar Bekisah Eureka, SKK Migas PetroChina Wujudkan Pendidikan Merata di Tanjab Timur
Program Ngajar Keliling kali ini dipusatkan di Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Nurul Ihsan, kelurahan Simpang Tuan, dan akan berlangsung selama tiga bulan ke depan. Kegiatan perdana digelar pada Selasa (2/9) sore, kegiatan dihadiri oleh SKK Migas PetroChina, Lurah Simpang Tuan, Kepala Sekolah MDTA Nurul Ihsan, RT dan RW, serta pengurus sanggar.
Act. Comdev Supervisor PetroChina International Jabung Ltd, Mulyono Eko, menjelaskan bahwa kehadiran SKK Migas-PetroChina dalam kegiatan ini bukan untuk mengambil alih peran pemerintah, melainkan bentuk kepedulian perusahaan terhadap dunia pendidikan disekitar wilayah operasional baik formal maupun nonformal. Menurutnya, dedikasi dan upaya yang ditunjukkan relawan Sanggar Bekisah patut didukung dan diapresiasi.
"Apresiasi setinggi-tingginya kepada teman-teman dari Sanggar Bekisah Eureka dan Indonesia Mengajar yang sudah mendukung dan membantu memajukan Pendidikan di Tanjab Timur ini. Pemerintah memang berkewajiban, tapi kami juga ingin turut berkontribusi melalui bentuk kepedulian dan dukungan," ujar Mulyono.
Sanggar Bekisah Eureka sendiri lahir pada 2021 dari keprihatinan pendirinya, Tengku Nurasyiah, S.Sos, melihat kondisi sosial masyarakat. Kala itu banyak anak-anak tidak mendapat pendampingan belajar karena orang tua sibuk bekerja di kebun atau diladang. Bahkan, sebagian orang tua masih belum bisa membaca.
BACA JUGA:Harga BBM Turun! Ini Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, VIvo dan BP Per 3 September 2025
"Karena itulah kami membentuk sanggar, agar anak-anak tetap mendapat bimbingan di luar sekolah. Program Ngajar Keliling baru kami jalankan tahun 2023 setelah mendapat bantuan buku dari SKK Migas-PetroChina International Jabung Ltd. Dari situlah muncul keberanian untuk bergerak ke luar desa," kata Nurasyiah.
Ia menambahkan, mekanisme belajar dalam program ini sama dengan di sanggar. Para volunteer mendampingi anak-anak di berbagai mata pelajaran, mulai dari matematika, bahasa Indonesia, IPA, IPS, Agama, terutama membaca dan menulis. Saat ini ada lebih dari 20 relawan yang tergabung, meskipun tidak semuanya aktif karena keterbatasan dana operasional. Untuk menutup kebutuhan, pihaknya membuka donasi dan bahkan menjual kaos demi kelangsungan kegiatan.
BACA JUGA:Dimediasi Bupati H M Syukur, Ketegangan Warga Berakhir Damai
"Ini tahun pertama kami keluar dari desa. Harapannya bisa bersinergi dengan komunitas literasi lain agar sama-sama membesarkan desa dan kelurahan di bidang pendidikan," jelasnya.
Lurah Simpang Tuan, Suhaimi, mengapresiasi langkah Sanggar Bekisah dan dukungan SKK Migas-PetroChina International Jabung Ltd. Menurutnya, keberadaan program Ngajar Keliling ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan anak-anak di wilayahnya.
"Harapan kami setelah tiga bulan ke depan, kegiatan ini bisa berlanjut agar kualitas pendidikan semakin baik," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



