Dimediasi Bupati H M Syukur, Ketegangan Warga Berakhir Damai
Dimediasi Bupati H M Syukur, Ketegangan Warga Berakhir Damai--
BANGKO, JAMBIEKSPRES.CO.ID - Ketegangan antara Wakil Ketua II DPRD Merangin Ahmad Fahmi dengan keluarga besar H Bakar, berujung damai.
Kedua belah pihak yang berseteru sepakat saling memaafkan, setelah dimediasi Bupati Merangin H M Syukur, Selasa malam (02/9).
Pertemuan kedua belah pihak yang sebelumnya sempat memanaskan ‘suhu’ Kota Bangko tersebut, berlangsung di Ruang tengah rumah dinas bupati Merangin, yang disebut H M Syukur juga sebagai rumah rakyat.
BACA JUGA:Merangin Gelar Deklarasi Damai untuk Negeri
Pertemuan yang awalnya masih terasa tegang itu, dihadiri Kapolres Merangin AKBP Kiki Firmansyah, Kasdim 0420/Sarko Mayor Inf Usman, Kajari Merangin Bintang Latinusa Yusvantare, Ketua DPRD Merangin M Rivaldi dan sejumlah tokoh masyarakat.
BACA JUGA:Kantongi 15 Suara, Agus Rubiyanto Resmi Mendaftar Sebagai Calon Ketua Golkar Jambi
Dalam pertemuan itu, kedua keluarga bersedia untuk saling memaafkan satu sama lainnya dan melupakan seluruh kesalahpahaman yang terjadi. Ini kali kedua bupati mempertemukan kedua belah pihak.
BACA JUGA:Ada yang Sepi, Ada yang Laris: Nasib Pedagang Saat Demo di Jambi
"Alhamdulillah, keluarga besar kedua belah pihak telah bertemu kembali dan sepakat untuk berdamai. Semoga, kejadian seperti ini tidak terulang lagi di kemudian hari,’’ujar Bang Syukur (sapaan akrab bupati Merangin).
Bupati berpesan agar kedua belah pihak bisa menahan diri dan menyelesaikan perselisihan dengan kepala dingin, demi menjaga suasana Kabupaten Merangin yang aman dan kondusif.
BACA JUGA:Tiga Truk Terlibat Kecelakaan Beruntun di Depan Pintu Tol Pijoan
Sekedar mengingat, perseteruan itu terjadi bermula dari pembahasan anggaran di DPRD Merangin. Kala itu, Ahmad Fahmi terlibat adu argumen dengan Kepala Bidang Anggaran BPKAD Merangin M Joni, yang merupakan menantu dari H Bakar.
BACA JUGA:Update Harga BBM Pertamina 1 September 2025 di Jakarta dan Sekitarnya
Ketegangan dari Gedung DPRD Merangin tersebut, tidak mampu diredam sampai usai membahasan anggaran. Perseteruan hebat itu, justru malah melebar hingga melibatkan keluarga besar kedua belah pihak.(*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



