DISWAY BARU

Viral! Puskesmas Semerap Tolak Pasien Kritis Disengat Tawon

Viral! Puskesmas Semerap Tolak Pasien Kritis Disengat Tawon

Puskesmas Semerap Tolak Pasien Kritis Disengat Tawon--

KERINCI, JAMBIEKSPRES.CO.ID- Pelayan Kesehatan di kabupaten Kerinci kembali di sorotan. Kali ini di Puskesmas Semerap, kecamatan Danau Kerinci Barat, Kerinci, dikeluhkan masyarakat. Hal ini setelah adanya pasien yang kritis karena Disengat Tawon, namun sampai di Puskesmas tak dilayani.

Informasi yang di peroleh kejadian ini terjadi pada Kamis (21/8/2025), saat Syafrinal warga Semerap korban yang terserang Tawon kritis di bawa ke Puskesmas Semerap, sekira pukul 10.00 WIB.

BACA JUGA: Update Harga Emas Antam Jumat 22 Agustus 2025, Hari Ini Naik Tipis Jadi Segini

Sesampai di lokasi bukan langsung mendapat perawatan, malah dinilai di biarkan. Keluarga pasien menuding seorang dokter berinisial IJ menolak memberikan pertolongan medis terhadap pasien.

BACA JUGA:Dongkrak Ekonomi Petani, PTPN IV Regional 4 Jambi-Sumbar dan SPKS Replanting Sawit Tua

Bahkan, video masyarakat yang tidak mendapatkan pelayanan di Puskesmas Semerap ini, sempat viral di Media Sosial baik Facebook maupun Instagram

BACA JUGA:HUT Pengayoman ke - 80, Kanwil Kemenkum Jambi Sosialisasi Layanan Administrasi Hukum Umum (AHU)

Penolakan pelayanan ini membuat keluarga pasien dibuat geram dengan sikap sang dokter yang hanya melihat – lihat dengan tangan di dada tanpa adanya penanganan.

“Ia cuma melihat pasien, berdiri dengan tangan bersilang di dada. Tidak ada upaya cepat untuk menolong. Kami kecewa sekali, ” ungkap Afriani, keluarga pasien.

Tak hanya itu, Afriani menyebut dokter bahkan melontarkan kata-kata pedas yang membuat keluarga korban semakin terpukul.

BACA JUGA:Serunya Lomba Gasing di Museum Gentala Arasy, Generasi Muda Belajar Cinta Tradisi

“Dokter bilang: Mau bawa kemano bawalah, mau pergi ya pergilah!” ucap Afriani menirukan.

Merasa tidak mendapat perlakuan semestinya, keluarga akhirnya memutuskan membawa Syafrinal ke Rumah Sakit DKT Kota Sungai Penuh untuk mendapat pertolongan medis lebih lanjut.

“Nyawa orang jangan di anggap main-main. Kalau begini sikap dokter di puskesmas, bagaimana nasib masyarakat kecil yang butuh pertolongan darurat?” tambah Afriani.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: