50 Siswa Akan Bersekolah di Sekolah Rakyat Tanjabtim
Tampak Gedung Diklat Kabupaten Tanjabtim yang sedang dalam proses renovasi untuk dijadikan gedung sementara Sekolah Rakyat Perintis-Ist-
MUARASABAK, JAMBIEKSPRES.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Tanjabtim terus mematangkan persiapan operasional Sekolah Rakyat (SR) rintisan yang saat ini berlokasi sementara di Gedung Diklat. Sekolah ini merupakan bagian dari Program Sekolah Rakyat Nasional tahap 1B, yang dikhususkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, khususnya kategori miskin ekstrem (desil 1 dan 2).
BACA JUGA:Pencairan DD Tahap I di Tanjabtim Capai 100 Persen
Gedung yang akan digunakan masih dalam proses renovasi. Karena itu, proses belajar mengajar ditunda hingga Agustus mendatang. Selain itu, pihak sekolah juga baru menyelesaikan tahapan tes kesehatan dan kebugaran bagi seluruh calon siswa.
BACA JUGA:Siap-Siap! Kemenag Sediakan Beasiswa Pendidikan Jarak Jauh untuk Guru
Dari sisi sumber daya manusia, sebanyak 18 orang tenaga pendidik telah tersedia. Namun, untuk tenaga kependidikan, proses perekrutan masih berlangsung. Saat ini baru ada 8 orang, yang terdiri dari kepala asrama, petugas keamanan, wali asuh, serta tenaga tata usaha.
Sementara itu, jumlah siswa yang akan belajar di Sekolah Rakyat telah ditetapkan sebanyak 50 orang berdasarkan SK Bupati. Mereka terdiri dari 25 siswa jenjang SMP dan 25 siswa jenjang SMA. Perekrutan dilakukan sejak Maret lalu melalui proses sosialisasi, kunjungan langsung ke rumah calon siswa, hingga access size kelayakan oleh Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).
Dari hasil seleksi tersebut, terjaring 55 siswa, di mana 50 siswa dinyatakan lolos dan 5 orang sebagai cadangan.
"Alhamdulillah, dari 50 siswa yang ditetapkan, belum ada yang mengundurkan diri," kata Kabid Jaminan Sosial Dinas Sosial dan PPPA Kabupaten Tanjabtim, Irpaidi.
Selama menempuh pendidikan di SR, seluruh kebutuhan siswa ditanggung oleh negara. Mereka akan mendapatkan fasilitas lengkap secara gratis, mulai dari pakaian, kebutuhan pribadi, konsumsi harian, hingga perlengkapan sekolah, yang dibiayai melalui dana APBN sebagai bentuk kepedulian negara terhadap generasi muda yang kurang mampu.
Dengan terus dimatangkannya persiapan ini, Pemerintah Kabupaten Tanjabtim berharap keberadaan Sekolah Rakyat dapat menjadi solusi dalam mewujudkan kesetaraan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama mereka yang selama ini kesulitan dalam memperoleh layanan pendidikan yang layak.(lan)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



