MITSUBISHI JANUARI 2026

Lahan 8 Hektare Terbakar di Lagan Tengah

Lahan 8 Hektare Terbakar di Lagan Tengah

Lahan di Desa Lagan Tengah, Kecamatan Geragai terbakar, terlihat petugas sedang melakukan pemadaman-Ist-

MUARASABAK, JAMBIEKSPRES.CO.ID – Kebakaran lahan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Tanjabtim. Kali ini, api menghanguskan lahan perkebunan sawit milik masyarakat seluas sekitar 8 hektare di RT 09 Dusun Selamat, Desa Lagan Tengah, Kecamatan Geragai, Senin (26/1).

Kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 14.30 WIB. Api diduga berasal dari salah satu titik lahan warga dan kemudian menjalar ke beberapa lokasi lainnya. Total terdapat tujuh titik lahan masyarakat yang terdampak dalam peristiwa tersebut.

BACA JUGA:Perketat Pengawasan, Sat Pol PP Batang Hari Akan Tindak ASN Nongkrong di Jam Kerja

Kapolsek Geragai IPTU Saryono mengatakan, pihaknya menerima laporan dari warga sekitar pukul 17.00 WIB. Usai menerima laporan, personel Polsek Geragai bersama unsur terkait langsung bergerak menuju lokasi kejadian.

"Jarak lokasi kebakaran dari jalan besar sekitar dua kilometer dan harus ditempuh dengan berjalan kaki. Saat kami tiba, kondisi sudah mulai gelap," ujarnya.

BACA JUGA:HK Alihkan Jalan Lintas di Siak untuk Proyek Tol Lingkar Pekanbaru

Upaya pemadaman melibatkan berbagai unsur, di antaranya personel TNI sebanyak dua orang, Kapolsek Geragai beserta tiga anggota, BPBD Kabupaten Tanjabtim empat personel, pemerintah Desa Lagan Tengah, serta masyarakat setempat. Pemadaman dilakukan menggunakan empat unit mesin pompa air merk Honda GXH 50 lengkap dengan selang hisap dan selang buang berdiameter 1,5 inci.

Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.45 WIB dan selanjutnya dilakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.

Menurut Kapolsek, lahan yang terbakar merupakan perkebunan sawit milik warga dengan usia tanaman sekitar satu hingga dua tahun. Hingga kini, kerugian akibat kebakaran tersebut masih belum dapat dipastikan.

"Jenis tanah di lokasi merupakan tanah mineral, bukan gambut, sehingga api tidak merambat ke dalam tanah dan hanya sekali lewat," jelasnya.

Terkait penyebab kebakaran, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Untuk kepentingan penyidikan, lokasi kejadian telah dipasangi garis polisi.

IPTU Sariyono juga menegaskan, pihak Polsek Geragai selama ini terus melakukan imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat, baik melalui Bhabinkamtibmas maupun para kepala desa, agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar, terutama di musim kemarau.

"Kami mengimbau masyarakat agar mematuhi aturan dan tidak melakukan pembakaran lahan karena dampaknya sangat merugikan," pungkasnya.(lan)

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: