>

Dirkrimsus Polda Jambi Pimpin Pengecekan Hotspot Api di Perbatasan Jambi - Sumsel

Dirkrimsus Polda Jambi Pimpin Pengecekan Hotspot Api di Perbatasan Jambi - Sumsel

Dirkrimsus Polda Jambi Pimpin Pengecekan Hotspot Api di Perbatasan Jambi - Sumsel--

JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID- Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jambi, Kombes Pol Bambang Yugo memimpin secara langsung pengecekan hotspot di perbatasan Provinsi Jambi - Sumatera Selatan, Selasa (23/7) kemarin.

Pengecekan tersebut juga tergabung dengan beberapa tim yang terdiri dari Ditreskrimsus Polda Jambi, Polres Muaro Jambi, BPBD Kabupaten Muaro Jambi, Babinsa Koramil, dan Kelompok Masyarakat Peduli Api.

Tim Gabungan ini bertugas untuk menghadapi hotspot yang terdeteksi di Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.

Dirreskrimsus Polda Jambi, Kombes Pol Bambang Yugo, memimpin langsung operasi tersebut. Dia juga didampingi Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Jambi AKBP Reza Khomeini.

Turut hadir pula Kapolres Muaro Jambi, AKBP Wahyu Bram, serta perwakilan dari BPBD Kabupaten Muaro Jambi dan Babinsa dari Koramil 0415/Pijoan.

"Kegiatan ini menjadi saksi kolaborasi yang efektif dalam penanggulangan karhutla  di perbatasan Provinsi Jambi - Sumatera Selatan. Pada kesempatan tersebut tim berhasil mengidentifikasi hotspot alias titik api yang terletak di RT 14 Desa Muara Medak dengan luas sekitar 15 hektar," terang Bambang.

Bambang menyampaikan, meskipun berjarak sekitar 21 kilometer dari perbatasan dengan Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, titik kebakaran tersebut berada di wilayah Provinsi Sumatera Selatan.

Di sana, tim melakukan pengecekan intensif terhadap hotspot dan memastikan koordinatnya di Lintang S -1°47'53" dan Bujur E 104°5'48".

"BPBD Kabupaten Musi Banyuasin bekerja sama dengan masyarakat setempat, termasuk Kelompok Masyarakat Peduli Api Bromo Sakti Pancuran, untuk menangani karhutla dan meminimalisir dampaknya," tuturnya.   

Tim juga melakukan upaya kanalisasi di lokasi kebakaran untuk membatasi dan memadamkan sisa-sisa asap, sehingga mengurangi risiko perluasan karhutla.

"Kolaborasi ini menjadi bukti nyata komitmen untuk melindungi lingkungan dan masyarakat sekitar. Kerjasama yang solid antara berbagai instansi dan komunitas lokal sangat penting dalam menanggulangi bencana alam seperti kebakaran ini," jelas Bambang.

Bambang berharap, sinergi yang terbangun dalam penanggulangan ini dapat ditingkatkan ke depannya, untuk menjaga keberlanjutan lingkungan hidup di kedua Provinsi tersebut. 

"Ini menjadi bukti nyata bahwa respons cepat dan koordinasi yang baik dapat memberikan hasil yang positif dalam menghadapi tantangan alam," pungkasnya. (raf)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: