>

Selain Bunuh Diri 'Menghilang’ adalah Cara Baru Orang Jepang Lari dari Kenyataan

Selain Bunuh Diri 'Menghilang’ adalah Cara Baru Orang Jepang Lari dari Kenyataan

Ilustrasi pergi untuk menghilang yang banyak dilakukan orang Jepang sebagai ganti bunuh diri-Foto: Tangkap Layar Youtube Ningoho Mantappu-

JAKARTA, JAMBIEKSPRES.CO.ID - Masyarakat Jepang kini memiliki cara baru untuk menghilang dari kenyataan hidup selain bunuh diri. Cara itu disebut Jouhatsu yaitu menghilang dari orang-orang yang mengenalnya. 

 

Jouhatsu banyak dipilih warga Jepang sebagai ganti bunuh diri yang sering dilakukan sebelumnya. 

 

Alasan menghilang di Jepang beragam, ada yang karena muak dan bosan dengan kehidupannya, juga ada yang karena memiliki aib, hutang dan kesalahan yang diketahui banyak orang.

 

Menghilang juga dipilih untuk lari dari pasangannya. Menghindar dari proses cerai yang rumit di Jepang serta lari dari pasangan yang toxic, KDRT dan pergi karena alasan hilang rasa cinta.  

 

Dikutip dari berbagai sumber, Jouhatsu sebenarnya telah ada sejak 60 tahun silam kemudian kembali booming dalam beberapa tahun terakhir.

 

Cara menghilang ini biasanya bisa dilakukan sendiri dengan pindah menjauh, atau dilakukan dengan menggunakan jasa perusahaan yang memang bertugas menangani masyarakat Jepang yang ingin menghilang. 

 

Perusahaan jasa Jouhatsu juga akan membantu proses mengganti identitas diri, pindah tempat tinggal bahkan kadang hingga operasi plastik. 

 

Namun menghilang bukan berarti identitas lamanya akan hilang. Jepang termasuk negara yang sangat menjaga privasi, bahkan untuk mengecek transaksi ATM saja tidak bisa sembarangan. Keluarga dekat tak akan bisa mengaksesnya. 

 

Lapor polisi? Juga tak semudah itu, polisi di Jepang hanya akan menangani kasus yang terkait dengan bunuh diri, kecelakaan atau pembunuhan.  

 

Menghilang juga adalah keputusan yang diterima oleh masyarakat Jepang. Jika ada pasangan atau keluarga yang hilang, maka solusinya, mencari mereka pakai jasa detektif, atau mengikhlaskannya, sampai nanti sadar sendiri untuk pulang kembali. (dpc)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: