SUZUKI

Badan Kesbangpol Provinsi Jambi Selenggarakan Rakor FKUB

Badan Kesbangpol Provinsi Jambi Selenggarakan Rakor FKUB

Foto bersama--

JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jambi menyelenggarakan Rapat Koordinasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) pada Rabu (23/11). Rakor dilaksanakan di Aula Hotel Ratu Kota Jambi.

 

Kepala Bakesbangpol Provinsi Jambi H.Mukti Said SE,ME menyampaikan tema yang diangkat dalam Rakor ini 'Silaturahim FKUB dan Tokoh Lintas Agama Provinsi Jambi'. 

 

Dalam laporannya sebagai penyelenggara acara Mukti menyampaikan tujuan rakor untuk mengidentifikasi, mengetahui serta mendapatkan informasi-informasi dalam menciptakan kerukunan umat beragama "Yang bertujuan mewujudkan ketertiban dan ketentraman antar umat beragama di Provinsi Jambi," jelasnya.

 

Adapun peserta rakor ini diikuti FKUB Provinsi Jambi, tokoh agama dan pengurus FKUB Kabupaten/Kota dan Kepala Bakesbangpol se- Provinsi Jambi. Dimana dengan narasumber Gubernur yang diwakili Asisten 1 Setda Provinsi Jambi, Ketua FKUB Provinsi Jambi dan dari Kesbangpol Provinsi Jambi. 

 

Dalam sambutan Gubernur Jambi yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jambi Drs.H. Apani Saharudin mengatakan, kegiatan ini merupakan acara yang bermakna dan penting bagi kehidupan bernegara dan masyarakat. "Kita berharap agar dalam rakor ini didapatkan rumusan yang baik bagi umat beragama," terangnya.

 

Tantangan dalam menjaga dan memelihara kerukunan umat beragama semakin berat, terutama di era digital yang memungkinkan informasi terbuka dan tersebar dengan cepat, baik informasi positif maupun informasi negatif. Informasi negatif dengan narasi konspiratif dan berita bohong (hoaks) bisa menjadi pemicu keterbelahan dan konflik umat beragama. Informasi yang mengandung kebohongan jauh lebih cepat menyebar daripada berita yang sudah dikonfirmasi kebenarannya.

 

"Saya berharap para tokoh agama dan tokoh masyarakat di Provinsi Jambi dapat menjadi tokoh penyejuk yang mampu mendampingi dengan kesejukan dan kebijaksanaan dalam proses masyarakat berpikir dan menganalisis informasi yang mereka terima, sehingga tidak mudah hanyut dalam arus informasi bohong yang bisa menenggelamkan logika dan nurani," sampainya.

 

Sumber: