Kata Hotman, Kasus Rakyat Kecil yang Viral akan Lebih Cepat Dapat Respon Aparat Hukum

Kata Hotman, Kasus Rakyat Kecil yang Viral akan Lebih Cepat Dapat Respon Aparat Hukum

Hotman Paris, Pengacara kondang dan nyentrik yang rajin membantu rakyat kecil dalam mencari keadilan. FOTO : IG @hotmanparisofficial--

JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID - Kasus yang viral biasanya akan langsung mendapat respon dari aparat hukum. 

 

Memviralkan sebuah kasus atau kasus yang viral, diakui Hotman Paris, pengacara kondang Indonesia, efektif dan sangat membantu rakyat kecil dalam mencari keadilan. 

 

Hal ini dikatakan Hotman saat diwawancara Deddy Cobuzer dalam podcast yang dikutip Jambi Ekspres Kamis (21/9).

 

“Berarti abang sendiri meng-iya bahwa memviralkan sebuah kasus itu membantu?,” tanya Deddy. 

 

Lalu Hotman menjawab “Sangat membantu di Indonesia, terutama untuk rakyat kecil pencari dan pengais keadilan. Sangat efektif,” tegas Hotman.

 

Kata Hotman, jika tak viral maka tak akan dikerjakan oleh aparat penegak hukum, kemudian atasannya juga tak akan mengetahui karena tak dilaporkan oleh bawahannya. 

 

“Dan lawannya juga bisa kian menjadi-jadi, apalagi kalo lawannya ekonomi kuat. Lawan akan terus memainkan perannya, yang kecil ngga akan menang-menang,” lanjut Hotman.

 

Hotman mencontohkan kasus santri yang meninggal di Gontor yang baru-baru ini terjadi. Orangtua korban kata Hotman adalah orang kecil yang berasal dari Sumatera Selatan. 

 

“Ibunya ini tak berdaya, ongkos dari Palembang ke Gontor aja dia ngga punya,” kata Hotman. Selama dua minggu orangtua santri ini bertanya mengapa anaknya meninggal, apa yang sebenarnya terjadi, tapi tak dapat jawaban. 

 

Lalu si orangtua korban menempuh perjalanan selama dua dari desanya untuk bisa bertemu Hotman. Karena ini adalah kasus yang menyentuh. Homan langsung membantu ibu ini. 

 

Kemudian Hotman merekam tangisan sang ibu lalu ia viralkan dengan kata pengantar yang singkat agar masyarakat mengerti. 

 

Hotman mengatakan, kematian santri ini sangat ganjal meski ada surat keterangan dokter yang menyatakan bahwa korban sakit.  Sementara kain kafan korban sampai dua kali diganti karena ada luka di kepala. 

 

Kasus ini juga menjadi contoh betapa rakyat kecil sulit mendapatkan keadilan. 

 

Terkait dengan penegakan hukum di Indonesia. Hotman mengakui kini memang semakin parah. 

 

“Tingkat rakyat bawah yang menderita gara-gara karena tidak mendapat keadilan semakin banyak,” yang mendatangi Hotman juga semakin banyak, rata-rata yang datang adalah rakyat ekonomi lemah, melawan ekonomi kuat. 

 

Dan kenapa semakin banyak? Kata Hotman dipengaruhi beberapa hal, bisa jadi karena penduduk yang semakin banyak dan juga disebabkan karena perhatian pimpinan kita terhadap penegakan hukum rakyat kecil yang semakin kurang. 

 

“Sepertinya no body care, terutama perdata dan pidana, belakangan ini almost kurang dari pengawasan,” lanjut Hotman. 

 

Lemahnya penegakan hukum juga terlihat dari posisi KPK yang kini berada di bawah eksekutif, katanya ini adalah contoh kemunduran penegakan hukum di negeri kita.

 

Hotman juga mencontohkan kini para koruptor begitu mudah bebas bersyarat, dapat remisi, keluar dari penjara lebih cepat dengan alasan berkelakuan baik, berkelakuan baik yang bagaimana? berkebun sayur bayam di penjara, ujarnya sambil tertawa.  

 

Kemudian kini para koruptor juga disebut Hotman sudah bisa maju menjadi calon anggota legislatif. “Menjadi pejabat itu kan butuh moral yang bersih, masih banyak di Indonesia orang lain, kenapa harus mereka (koruptor), seolah-olah tidak ada orang lain lagi,” lanjut Hotman.

 

Melihat kondisi hukum di Indonesia yang kian menyedihkan ini, Hotman juga terus mencoba membantu rakyat kecil pengais keadilan dengan membuka layanan hukum di Kedai Kopi Johny dan membuka program Hotman 911. 

 

Meski tak bisa melayani semua masyarakat, namun Hotman mengaku akan terus mencoba membantu pengais keadilan dari kalangan rakyat kecil dan mengutamakan kasus-kasus yang menyentuh rasa kemanusiaan dan sensitif. 

 

“Tingkat kepercayaan masyarakat kita terhadap hukum dan mentalitas pejabat sangat low,  ujar Hotman lagi. “Jadi harus diviralkan dulu baru oknum ketakutan, aparat hukum tau, bos nya tau, dan jadi sorotan masyarakat, dan itu baru buru-buru diperbaiki,” lanjutnya lagi. (dpc) 

Sumber: