Tembak Menembak

Tembak Menembak

Oleh: Dahlan Iskan

Sabtu, 13 Agustus 2022

 

TEMBAK menembak ini seru sekali. Selama lima jam. Motifnya jelas: politik. Si Penembak marah karena rumah tokoh politik pujaannya digeledah FBI.

Kejadiannya Kamis pagi kemarin dulu. Ricky Shiffer, 42, mendatangi kantor cabang Biro Penyelidik Federal (FBI) di Ohio. Di kota Cincinnati. Ia nekat. Ricky ingin menerobos penjagaan depan. Ia membawa senjata. Petugas jaga, tentu, menghalanginya. Bahkan mengancamnya.

Ricky lantas lari. Dengan mobilnya. Ia ngebut ke arah jalan bebas hambatan 71. Dikejar. Dari segala arah. Ricky membelokkan mobilnya ke jalan di ladang jagung. Terjadilah kejar-kejaran di jalan tak beraspal. Ladang jagung membuat Ricky lebih mudah bersembunyi. Di Ohio-Iowa ladang jagung membentang sejauh mata memandang.

Saat terkepung Ricky berhenti. Ia keluar mobil. Menjadikan kendaraannya sebagai tameng. Ia menembaki petugas dari balik mobilnya. Meleset. Tidak ada peluru yang kena dinding –karena sawah itu tidak berdinding.

FBI pun dibantu armada patroli jalan raya setempat. Helikopter juga diterbangkan. Rendah. Ke mana pun Ricky melaju dengan mudah diikuti dari atas.

Penduduk di radius 1 km diminta mengunci pintu. Penghuni diminta tetap di dalam rumah masing-masing. Pintu harus dikunci agar buron tidak memaksa masuk. Lalu menjadikan penduduk sebagai sandera.

Ricky terus melawan dengan senjatanya. Akhirnya dor terakhir dibunyikan: Ricky tewas.

Ia pendukung fanatik Donald Trump.

Ia ternyata juga ikut menduduki Gedung Capitol tanggal 6 Januari tahun lalu.

Ia tidak rela rumah pribadi Trump di Palm Beach digeledah FBI. Senin lalu.

Bukan hanya Trump. Satu tokoh Partai Republik lagi juga disasar FBI. Sampai HP tokoh ini disita. Padahal ia anggota DPR. Saat di militer pangkatnya Brigadir Jenderal. Namanya: Scott Perry, 60 tahun.

Soal rumah pribadi Presiden Donald Trump digeledah, Anda sudah tahu. Langka sekali. Senin lalu. Rumah yang hebat itu hilang kesaktiannya. Yang di pantai indah Florida itu: Mar-a-Lago. Yang luas dan mewah.

Sejak Trump marah pada kota New York status kependudukannya memang pindah ke Florida. Domisili resmi Trump di Mar-a-Lago itu.

Sejumlah dokumen rahasia negara disita dari Mar-a-Lago. Termasuk soal nuklir. Itulah bagian dari 15 boks dokumen yang diangkut ke situ dari Gedung Putih. Di hari-hari  akhir kepresidenan Trump.

Dokumen itu dibawa dengan helikopter. Lalu diangkut dengan pesawat ke Florida. Disimpan di Mar-a-Lago.

Presiden Trump kini banyak berurusan dengan dokumen rahasia. Masih banyak dokumen lainnya yang dipersoalkan. Sebagian sudah dibakar.

Ada juga yang disobek-sobek untuk dimasukkan toilet. Trump diberitakan punya kebiasaan itu: membuang sobekan dokumen ke closset. Lalu di-flush. Media penting Amerika baru saja memuat foto sobekan dokumen yang masih tersisa di dasar closet. Masih terbaca nama seseorang di kertas itu. Di balik air closet yang jernih.

Anggota DPR itu, Perry, juga sering ke Gedung Putih. Terutama di hari-hari akhir tersebut.

Bahkan Perry sempat memaksa Trump agar Jaksa Agung diganti. Jaksa Agung saat itu dianggap kurang membela Trump –dalam menggagalkan hasil Pilpres 2020.

Perry membawa nama calon penggantinya: Jeffry Clark. Itu bukan nama tokoh penting. Juga bukan pejabat elite di Departemen Kehakiman. Ia salah satu dari banyak asisten di lembaga itu.

Tapi Clark menjamin bisa membuat hasil Pilpres berubah.

Perry terus mendesak Kepala Staf Gedung Putih Mark Meadows, untuk segera memproses pengangkatan Clark. Trump, katanya, perlu Jaksa Agung yang bisa diandalkan.

"Waktunya sudah mepet," ujar Perry pada CNN yang jadi sumber tulisan ini. Ia mengingatkan waktu berjalan terus. Dengan cepat. "Tinggal 11 hari lagi sudah tanggal 6 Januari," ujar Perry. Itulah tanggal pengesahan hasil Pilpres. Lalu, 25 hari lagi Presiden baru sudah harus dilantik.

Kalau sampai tanggal 6 Januari hasil Pilpres disahkan di Senat Amerika, fatal bagi Trump. Keinginannya jadi presiden lagi wassalam.

Sebenarnya tanggal 6 itu hanya pengesahan formalitas. Suara Pilpres sudah disahkan di masing-masing negara bagian.

Hanya saja yang memimpin sidang pengesahan itu adalah Wakil Presiden Mike Pence. Trump sangat berharap wapres berani membalikkan hasil pemungutan suara itu.

Trump sebenarnya sudah setuju pengangkatan Clark sebagai Jaksa Agung baru. Clark juga sudah dibawa Perry ke Gedung Putih. Tidak bisa berdalih. Di buku tamu pos depan Gedung Putih ada nama Perry dan Clark pada hari itu.

Gagal. Alias belum nasibnya.

Pengangkatan Clark ini urung hanya karena ada perkembangan baru: terjadi pengunduran diri masal di staf Departemen Kehakiman dan di staf Gedung Putih. Waktu pun kian mepet.

Satu skenario lagi gagal.

Sulitnya, massa pendukung Trump sudah telanjur mendapat angin: Trump pasti bisa dilantik jadi presiden. Mereka sudah bersatu untuk berkumpul di Washington. Mereka siap menggagalkan pengesahan hasil Pilpres di Gedung Capitol.

Maka setelah mendengarkan orasi Trump mereka berkonvoi ngeluruk ke Capitol. Mereka menduduki gedung wakil rakyat itu. Mereka memecah kaca. Membuka paksa. Mencari pimpinan acara. Menduduki kursi Nancy Pelosi, sang ketua. Anda sudah tahu semua.

Untuk apa rumah Trump dan HP Perry sampai diubek-ubek FBI? Ini baru kali pertama rumah mantan seorang presiden digeledah. Ini kali pertama HP seorang anggota DPR disita.

Ini pasti gawat. Ternyata dua hal itu menyatu dan terpisah. Menyatunya di urusan pendudukan Gedung Capitol. Terpisahnya di urusan campur tangan Rusia dalam Pilpres Amerika. Pilpres tahun 2016 dan 2020.

Yang pertama Trump sebenarnya kalah secara suara. Tapi Hillary Clinton kalah dalam meraih jumlah ''kursi''.

Kini Partai Republik murka atas perlakuan pada Mar-a-Lago dan HP Perry. Amerika, kata para tokoh Republik, sudah seperti negara komunis: kekuasaan dipakai alat untuk memberangus lawan politik.

Trump menyebut Mar-a-Lago telah diserbu dan dikepung. Istilah yang sangat provokatif.

Tokoh Republik yang juga Gubernur Florida mengatakan "Amerika sudah sama dengan Banana Republic". Anggota DPR Republik yang norak, Marjorie Taylor Greene, wanita dari Georgia itu, menilai "kini pemerintah Amerika dikendalikan oleh sekte setan pencabul anak".

Sebagian pendukung fanatik Trump memang benar-benar percaya yang dikatakan Taylor itu. Menurut mereka Biden dan kelompok pimpinan Demokrat harus dihancurkan –bahkan secara fisik. Biden dkk itu dianggap musuh agama seperti tertulis dalam injil –versi tafsir mereka.

FBI sampai bergerak karena campur tangan Rusia di Pilpres Amerika dianggap lebih penting dari seorang mantan presiden. Mereka ingin menuntaskan itu. Demikian juga pendudukan Gedung Parlemen, dianggap anti konstitusi.

Dan lagi FBI sudah mendapat izin penggeledahan itu dari pengadilan. Sudah lama Arsip Nasional mengejar hilangnya banyak dokumen penting dari Gedung Putih. Termasuk dokumen yang diklasifikasikan sebagai SAPs (special access programs).

Ada kecurigaan banyak juga dokumen yang berisi surat yang ditandatangani Presiden Trump. Yang sebenarnya ia tidak berhak melakukan itu. Trump memang semakin dianggap membahayakan demokrasi Amerika. Padahal demokrasi dijunjung begitu tinggi di sana.

Tapi dua tokoh yang diincar FBI kali ini memang bukan sembarangan. Pengikut mereka fanatik. Perry adalah anggota DPR dua periode. Dari negara bagian sepenting Pennsylvania –Dapil 10. Waktu di militer pangkatnya brigadir jenderal. Spesialisasinya pilot helikopter tempur. Perry bertugas di dua medan: perang kecil di Bosnia dan perang besar di Iraq.

Di perang Iraq, Perry luar biasa: menerbangkan heli militer 1.400 kali. Jam terbang khusus di penyerbuan saja selama 13.000 jam. Ia juga mengangkut 43.000 personel dan 3 juta cargo.

Di Amerika seorang caleg benar-benar harus berkeringat dalam hidupnya –bukan hanya selama kampanye.

Sebentar lagi ada Pileg di sana. Sekarang ini posisi kursi di Senat 50 lawan 50. Demokrat bisa menang voting karena konstitusi: dalam hal suara imbang suara wakil presiden yang jadi penentu. Wakil presiden sekarang adalah Demokrat.

Di DPR, kursi Demokrat unggul tipis. Di Pileg November nanti semuanya bisa berubah. Trump lagi habis-habisan berkampanye. Yakni untuk para caleg Republik yang ia dukung.

Jeffry Clark sendiri, kini 55 tahun. Setelah gagal jadi jaksa agung ia kembali menjadi pengacara. Di Washington DC. Manuver politik yang pernah ia lakukan mengakibatkan ia dapat peringatan dari organisasi pengacara.

Clark juga termasuk orang yang dipanggil komisi khusus DPR untuk menyelidiki peristiwa pendudukan Gedung Parlemen. Ia dianggap punya peran besar meski gagal jadi Jaksa Agung.

Ricky Shaffer sudah berbentuk mayat. Menunggu otopsi.

Amerika masih tetap jaya. Hanya kian terbelah. (*)

 

Komentar Pilihan Disway*

Edisi 12 Agustus 2022: Bintang Wanita

 

bagus aryo sutikno

Aku suka kalimat penutupnya. Tidak men-judge dan tidak mengadili. Inilah hukum kijang raja. Raja atau atasan, pantang ustrinya dilirik apalagi disentuh. Duren tiga, bikin dokter gigi candra berduka sebab durennya hanya dua. #percuma lapor, durennya dah hambar, sèpo.

 

Komentator Spesialis

Fahmi ini jauh lebih kesatria dibandingkan dengan ketua harian kompolnas benny mamoto. Jelas jelas salah, tidak minta maaf malah membuat kebohongan baru bilang cuman ngutip kapolres jaksel. Kok ada jendral tapi suka ngeles.

 

Condro Mowo

Pak Dahlan kayaknya mencoba dari awal merunut kisah Duren Tiga ini. Dan itu 'menu' beliau sehari-hari sejak saat masih 'Noroyono'. Tak sulit bagiNya. Hanya 'dalang ora kentèkan crito/ukoro' (dalang tak kehabisan cerita/skenario). Keragu-raguan Fahmi utk 'bloko suto'/terbuka bagi saya tanda awal siapa dalangnya. FA saksi awal atas skenario Duren Tiga. Harus diperiksa juga biar fair. Selanjutnya saya agak tersinggung, pak Mahfud menganggap saya dan hampir seluruh penikmat drama seri Duren Tiga ini dianggap bocil. Lho, saya sudah sunat pak, mau bukti akan saya kirim foto lewat wa atau video call. Saya paham maksud pak Mahfud, slip tongue, cuma satu bulan itu waktu yang sangat banyak untuk membocorkan kisah sebenarnya, walau tidak semua juga benar, bahwa drama ini sangat kompleks, seru, sangat dinanti kelanjutannya. Endingnya sih masih lama, bisa seperti di Amerika yang sampai satu tahun belum selesai ( ini kata mas Kiki/ Hermawan Sulistio). Isu dan vide

 

Hendri Ma'ruf

Pak Dahlan, tulisan bapak hari ini (Bintang Wanita) secara halus mengarahkan pembaca pada kesimpulan bahwa cerita ini semua berpangkal pada motif menjaga kehormatan suami. Seolah-olah itu sudah final. Padahal masih terbuka kemungkinan lain. Sehingga seharusnya tidak dibuat final begitu.

 

hoki wjy

biasanya kita akan sangat takut atau gemetaran kalau baru pertama ketemu hewan seperti Dog yg besar tapi lama2 karena sering ketemu dan si Dog nya mulai berani dekatin kita bahkan sudah mulai manja manja dg kita maka kitapun yg tadinya takut banget sekarang kita sudah mulai berani mengelus elus dog tsb.tapi ada juga dog mesti sudah kita kenal lama tapi tetap galak dan dog ini akan buat kita tdk akan berani mendekatinya apalagi sampai meng elus elusnya dijamin pasti digigit.

 

Juve Zhang

Pelecehan di Magelang itu alasan yg "kuat" untuk menghindari 340, karena J sudah mati tak bisa bersuara, ibu P tentu akan bersandiwara demi selamat dari 340. Entah pengacara J gimana cara menangkal nya karena sulit di bantah sebab J sudah mati.

 

Jika kita pidato di depan Ibu Ibu, manakah kalimat pembuka yg pas : A. Terimakasih yg sedalam-dalamnya B. Terimakasih yg sebesar-besarnya. Mohon saran dari pembaca & komentator Disway , pilih A atau B Terimakasih, salam hormat dari Lombok

Arala Ziko

Para pembaca Disway boleh menerka nerka saja ya, alasannya tersirat di tulisan, hanya pembaca yg dewasa saja yg bisa mengerti. Pak Fahmi ragu ragu menjawab pertanyaan Pak Dahlan, apakah Pak Fahmi menilai Pak Dahlan kurang dewasa?? wkwk

 

Jika kita pidato di depan Ibu Ibu, manakah kalimat pembuka yg pas : A. Terimakasih yg sedalam-dalamnya B. Terimakasih yg sebesar-besarnya. Mohon saran dari pembaca & komentator Disway , pilih A atau B Terimakasih, salam hormat dari Lombok

 

fummi adhita

Lucu tapi tidak bikin ketawa, katanya di lecehkan di Magelang, pulang balik masih di kawal bersama, dan masih enjoy - enjoy saja... ( Hil yang mustahal by Srimulat)

 

Gito Gati

Motif sex memang iya. Tapi motif pelecehan terhadap istri sambo saya tidak percaya. Alasanya adalah: 1. Sambo mengatakan kasus pelecehan di magelang. Berarti sambo harusnya lapor ke polres magelang 2. Kasus pelecehan terjadi di magelang tgl 7/8 agustus. Sedangkan tgl. 26 juli joshua sdh mengadu ke pacar diancam dibunuh. Tapi sebagai pemirsa, kita harus jeli. Pak sambo tdk mengatakan pelecehan sexsual terhadap istrinya. Pak sambo hanya mengatakan bahwa di magelang itu kehormatan keluarga tercederai oleh ulah joshua. Kehormatan keluarga tercederai bisa berarti bahwa pak sambo menikah lagi dibocorkan oleh joshua. Sehingga pak sambo dan bu putri bertengkar dan minta cerai. Saya berharap, polisi tdk membuat kalimat bersayap. Bagaimanapun tragedi pembunuhan berencana ini bukan sinetron tv dimana penontonya sebagian besar adalah ibu2. Tapi drama pembunuhan joshua ini bgaikan sinetron tapi penontonya adalah bapak2. Jadi pak kapolri, tlg jelaskan motif pembunuhan ini dg klimat sederhana, padat dan berisi.

 

ahmad Tajudin umar

Memandang bintang terlalu tinggi dan bintang yg dekat akan rontok secara alami

 

Juve Zhang

Konten dewasa yg kata menko seperti nya mengarah ke sang bintang dengan polwan yg 5 iiiii dengan status janda. Itu menurut cerita pengacara J karena J yg bocorkan konten dewasa ke Bu P. Kalau konten dewasa antara Bu P dan J, tidak masuk akal. Cuma sangkaan Bu P dan J adalah kuat untuk menghindari 340. Sebab J sudah mati tak bisa berbicara lagi. Ibu P akan mendukung demi selamatkan dari 340.

 

Juve Zhang

Konten dewasa antara Ibu P dan J sangat tidak masuk akal. 1. Lihat photo Bu P depan Mako , nampak sekali beliau sudah berumur. 2. J terlalu polos jadi ember bocor atas konten dewasa bosnya.inilah " kesalahan" utama J sebagai mata dan telinga Bu P. Biasanya ajudan setia akan tutup mata dan telinga bila melihat konten dewasa. Lihat Stalin ,Mao, Kennedy, terlalu banyak konten dewasa yg mereka perankan tapi tak ada yg peduli dari anak buahnya. Istilah nya J ini orang lugu dari desa yg kaget dengan gaya hidup hedonis pembesar kota. Gaya hedonis ada di mana mana di seluruh dunia.

Fauzan Samsuri

Laki-laki dan wanita memang beda kodratnya, tapi kalau jadi bintang sama godaannya

 

WYG S2021

Soal seks itu...terjadi di Magelang (potongan kutipan artikel CHD - Bintang Wanita)....Nguaawoor poll ndak mungkin kalau si Ibu dilecehkan di Magelang lalu pulang ke Jakarta masih bareng satu mobil, anda sudah tahu dari video yang beredar, perjalanan dua mobil hitam plus satu mobil patwal dari Magelang ke rumah pribadi FS di jalan Saguling untuk test PCR dulu.

 

Irfan Sofani

Pak DI ini memuji atau menghina? Kok mempersamakan perilaku beliau dg kewajaran pejantan primata di animal kingdom? Bukan spesies manusia yg sudah ber-evolusi. Spesies manusia yg telah ber-evolusi menghargai cinta. Sekalipun pahit dia akam membuang pasangan yg mengkhianati cintanya yg tak bisa dibagi 2, untuk selanjutnya mencari pasangan baru yg benar2 menghargai cintanya. Bukan sekadar naluri hegemoni kebinatangan yg ingin menguasai semua betina utk melestarikan DNA si raja hutan dalam kerangka seleksi alam ala darwin

 

Rizky Dwinanto

Pernah ada peristiwa di India. Istri tentara Angkatan Laut berselingkuh dengan pengusaha. Lalu suaminya menembak mati pengusaha tersebut. Sejak awal suaminya mengaku menembak mati PIL-nya. Sang suami juga berusaha melindungi kesalahan istrinya meski di persidangan akhirnya terungkap kesalahan sang istri. Benar-benar suami sejati. Di akhir persidangan tingkat pertama, sang suami dibebaskan oleh juri. Meski di pengadilan tingkat berikutnya divonis bersalah dan dihukum penjara. Kelak dia dibebaskan lebih awal karena bekelakuan baik. Ini kisah nyata dan sudah difilmkan. Judulnya Rustom.

 

Pryadi Satriana

Dg hasil autopsi ulang & pengakuan E sudah cukup utk menjerat Pak Sambo dg pasal 340. Tinggal terserah para tersangka lain, tetap "ikut" dg ancaman pasal 340 atau "menyusul E". Pilihan yg harus dipikirkan masak2, krn saat ini Polri "betul2 sedang bersih2" shg tidak menutup ancaman hukuman mati ke para pelaku. Ada tekanan yg sangat kuat untuk menerapkan 'justice for all'. Yang saya tunggu justru langkah Bu Putri, cerita beliau di pengadilan. Dewasa di Bali - walaupun sekarang Kristen - dg paparan yg ajeg selama bertahun-tahun & pemahaman yg kuat tentang 'karma', Bu Putri harus memilih salah satu: "menjaga keluarga" atau "menjalankan dharma". Melihat 'aura' yg terpancar dari wajah beliau, rasanya kok akan memilih yg kedua & menutup masa lalu bersama Pak Sambo, sambil 'rengeng-rengeng' lirik lagu "Goodbye My Love" ... Shalom, Bu Putri. Remember this: "The Truth shall make you free ... ". Salam buat semuanya. Rahayu.

 

Alam Halim

Sungguh sangat susah diterima akal sehat tentang terjadinya pelecehan terhadap Ny Boss oleh ajudannya. Itu ajudan apa sudah tidak waras, dan ruarrrr biasa kurang ajarnya sampai berani melakukan hal itu. Pelecehan seksual itu biasanya dilakukan oleh orang yang statusnya lebih tinggi atau lebih kuat terhadap korbannya yang statusnya lebih rendah atau lebih lemah. Seperti orang dewasa terhadap anak kecil, guru terhadap murid, atasan terhadap bawahan, tokoh agama terhadap umatnya. Bukan sebaliknya! Ini benar-benar ganjil.


Edi Satria

"berarti ferdy sambo itu laki laki sejati," bisa jadi kalimat ini menjadi titik balik dukungan untuk sang jendral.

 

herry isnurdono

Lagi2 Abah DI bikin blunder......motif pelecehan sex langsung percaya begitu saja utk kasus Jend. FS. Ayo Abah DI tunjukkan kesaktian jiwa wartawan legend. Jend. FS ini dekat dengan mantan Kapolri Jend. Purn. IA. Moncer karirnya di Polri, setelah jadi ring 1 Jend.Purn. IA. Isue2 ada mafia di Mabes Polri, kenapa tidak dikulik.........korban2 berjatuhan, 31 polri kena kode etik, dan akan dipidanakan (TSK). Apabila ada pelecehan sex, apa mungkin ajudan 'ujug2' mengganggu istri Jend. FS. Jangan tanggung2, Abah DI bikin aja sinetron atau film layar lebar. Pasti akan box office, mengalahkan film Pengabdi Setan 2. Abah DI jadi produsernya, tinggal cari bintang utama Reza Rahadian.........

 

edi hartono

Gile bro, belum jam 9 jumlah komentar sudah 122. Memang yg tegang2 bikin wartawan macam pak DI senang. Pembaca malah berburu informasi untuk memuaskan penasarannya. Mungkin pembaca akan berburu berita sampai klimaks. Memang, setelah tegang2 memang enaknya kalau klimaks, wkwkwk. Di tempat berbeda, perang ukraina memang luar biasa. Gak ada klimaks2 nya. Tegang terus, lama2 jadi kurang tegang, tetapi gak klimaks2 juga. Sampai sekarang, ketika rudal2 hipersonik semakin jarang di tembakan, tetap saja belum ada penyelesaian. Di sini, kasus Brigadir J baru tegang2nya. Masih menyisakan banyak pertanyaan. Salah satunya, peristiwa sensitif apa yg sesungguhnya terjadi? Apakah itu benar2 terjadi? Padahal di rumah ada tiga orang, bukan hanya dua orang itu. Satu rumah, kalau teriak2 pasti langsung kedengaran. Atau jangan2 wanitanya tidak teriak? Jika memang benar2 terjadi pemaksaan, kenapa tidak teriak saja? Jangan2 xxxx. Ataukah itu skenario kedua yg memang sudah disiapkan, sementara motif aslinya tetap tersembunyi. Skenario pertama hanya jebakan, skenario kedua inilah yg sesungguhnya dipersiapkan untuk menutupi motif aslinya. Gak tau juga. Sesungguhnya, bagi saya, penyelesaiannya bisa saja jadi mudah sekali. Panggil saja orang katanya bisa berkomunikasi dengan jin. Suruh dia ke lokasi dan bertanya pada jin di sana.: "Saudara jin, ceritakan seperti apa kejadian sebenarnya?" Dan jadilah jin sebagai saksi kunci di pengadilan, wkwkwk.

 

Re Hanno

Pelecehan, terutama pelecehan sek, umumnya dari atas ke bawah. Contohnya, guru ke murid, pengajar santri ke santrinya, majikan ke pembantu, direktur ke sekretaris, bapak ke anak tiri, paman ke ponakan, dukun ke pasien dan seterusnya. Nyaris tidak ada pelecehan pembantu pada majikan, bawahan kepada atasan, sekretaris melecehkan direktur, anak tiri melecehkan bapak, pasien melecehkan duku atau murid melecehkan guru. Tidak ada. Jadi, sangat sulit dipercaya ada pengawal berani melecehkan istri komandannya. Sangat tidak tidak masuk akal. Tapi, hehe ada kecualinya juga. Kecuali istri komandan yang mengulurkan tangan.

 

Johannes Kitono

Judul Bintang Wanita seharusnya diganti dengan Anugerah Jurnalistik Adinegoro dari Jambi. Penghargaan " Pulitzer Indonesia " untuk jurnalis berprestasi tinggi. Biasanya Anugerah Jurnalistik Adinegoro ini hanya domain media mainstream yang punya akses kemana mana. Kalau kali ini jatuh ke Jambi bisa jadi instink jurnalisnya tinggi, keberuntungan atau hanya hoki saja.Kalau sudah hoki tentu tidak akan lari kemana. Pangkat boleh hanya Brigadir tapi rezeki seperti jendral bintang dua. Bisa ikut menikmati apa yang merupakan hak milik pribadi majikan dengan imbalan nyawa. Pembaca belum tahu adegan xxx karena hanya konsumsi khusus orang dewasa. Itu kilah Menko Mahfud MD yang pasti sudah sangat dewasa. Kalau " kejadian orang dewasa " terjadi di Magelang inisiatip tentu datang dari status sosial atau hirarki yang lebih tinggi. Jarang ada bawahan nekat yang mau tukar nyawa untuk kenikmatan sesaat saja. Laki laki sejati memang harus punya harga diri dan menjaga kehormatan keluarga. Tetapi menghukum dengan menghilangkan nyawa bukanlah solusi yang bijaksana. Semua orang normal apalagi seorang jendral pasti tahu. Dan banyak sekali cara untuk menghukum, entah kenapa harus memilih yang dor dor dor. Now , ending cerita Duren Tiga Jakarta sudah bisa direka.JPU dan lawyer sedang menyusun strategi dan pasal buat laki laki sejati yang harga dirinya tinggi. Now,Disway tulislah yang lebih merakyat. Tentang nasib petani Sawit dan Peternak Ayam yang sedang menderita akibat turun harga.

 

tyong Antonio

Untuk kasus ini menurut saya sulit masyarakat mendapatkan kebenarannya. Ditubuh polri punya borok masing2 takut tar kebuka kartunya. Diibaratkan kita mencuci pakaian, tentu yg harus bersih air buat kita gunakan mencuci tadi. Kalau air yg kita pakai adalah air kotor, walaupun kita pakai ditergen ber-kilo2 percuma saja kan? Tetap pakaian tak akan bersih.

 

Teguh Wibowo

Bila hidupmu terasa berat. Bila hidupmu serasa hancur. Bila masa depanmu tak ada lagi harapan. Maka bayangkan seandainya dirimu bertukar nasib dg Pak FS ini. Mungkin disitu kamu akan sadar bahwa masalahmu tidak ada seujung kukunya bila dibandingkan dg masalah yg dihadapi Pak FS ini. Maka tetaplah hidup, meskipun tak berguna..

 

Jimmy Marta

Coba lg disimak kronologis yg logis ini. Pengacara bharada E membuka cerita tambahan Kmrn mengatakan di magelang pc nangis, bahkan sampai di mobil jln pulang ke jkt. Tdk ada yg tahu apakah fs dan pc tengkar. Fakta, fs dan pc berangkat ke magelang itu bareng. tp balik ke jkt pisah. Fs satu hari lebih dulu balik dg pesawat. Kemudian fakta jg(cctv rumah pribadi), saat rombongan pc sampai rumah, tdk brp lama fs keluar (ini yg diberitakan fs pergi tes pcr) Kesan kt apa..? Tidak salah kalau nalar kt mengatkan ada 'suatu hal' antara fs dan istrinya pc. Gk keliru jga kalau ada yg menduga suatu hal itu perselingkuhan yg bocor. Logisnya, j yg dekat dg pc terlontar kata. Pc konfirm ke fs. Tengkar. Marah. Dendam. Sampai duluan di rmh sendirian fs makin dipengaruhi setan. Terjadilah.... "Malu mbak, malu". Hanya itu ungkapan pc yg terlontar ke lpsk. Ini cerita dari fakta dan logika untuk yg sudah dewasa.

 

Rihlatul Ulfa

kepolisian indonesia mengira di awal akan mudah2 saja untuk membuat skenario pembohongan-mungkin menurut mereka, masyarakat akan setuju2 saja dengan pernyataan baku tembak itu. skenario yang berantakan, tentu mudah untuk orang indonesia melihat banyak kejanggalan,mungkin kepolisian lupa, masyarakat kita sangat hoby menonton sinetron yang skenario ceritanya bikin puyeng tujuh keliling itu hehe.mau bagaimana sudah terlanjur-dari pada ribet cctv di nyatakan ada lagi yg sebelumnya di bilang rusak,penangkapan bharada E di lakukan, tapi dengan jabatan yg begitu rendah,masyarakat tidak percaya dia melakukannya,akhirnya mau bagaimana lagi, sambolah yang memang harus jadi tersangkanya,kepolisian mikir 'sudah cukuplah sambo jadi tersangka-masyarakat pasti sudah puas' permasalahannya baru lagi,motifnya tidak masuk akal untuk di jadikan sebuah pembunuhan yang kejam. jika motif harkat dan martabat keluarga di jadikan final. apakah masyarakat yang ragu boleh mengatakan, 'kepolisian tidak memngungkap motif yang sebenarnya karena kemungkinan akan menyerempet kasus2 yang ada di tubuh Polri'

 

Harun Sohar

Lagi-lagi masalah apem. Barang satu itu bisa menimbulkan 1001 cerita dewasa dengan keseruan yang luar biasa. Sudah sewajarnya jangan remehkan masalah apem. Mungkin juga sudah saatnya masuk pendidikan ekstra kurikuler. Dibuat nyantai tapi serius. Diolah secara populer.

 

Putu Senda

Apakah skenario ini suatu kebenaran, tentu harus di buktikan. Menyalahkan orang sudah meninggal tentu lebih mudah, karena J sudah tidak bisa membela dirinya apa yang terjadi disana. Kejanggalan skenario kedua ini, 1. ayo buka CCTV di magelang. Menginap dimana Hotel kah? Atau rumah pribadi?. Apakah ada J masuk kamar ibu S? 2. Saya umpamakan J melakukan pelecehan, maka ketika tindakan nya ketahuan (saya analogikan ketahuan karena ibu menangis dimagelang). Tindakan J Adalah melarikan diri/kabur. Karena semua orang paham, minimal orang yang bersalah pasti akan dipukuli oleh pasangannya. Yang terjadi adalah aktivitas J biasa saja, seperti tidak melakukan sesuatu yang salah, tetap bekerja, tetap mendampingi. Jadi lebih baik buka saja CCTV di magelang. Jadi biar kita tidak asumsikan ini cerita bohong lanjutan. Nyawa sudah kau cabut. Masih dijelekan pula namanya.

 

<span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Helvetica','sans-serif'; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #333333; lette

Sumber: