Bagian 18: “Ini Endingnya, Ini Epilognya, dan Ini Bahagianya”

Bagian 18: “Ini Endingnya, Ini Epilognya, dan Ini Bahagianya”

Ari Hardianah Harahap--

 

Dari Zona untuk Arya, Kita yang selalu sama dengan akhir yang terlalu berbeda….

 

Ini clingy banget nggak sih Om? Diantara banyaknya jalan dan kencan dadakan kita, cuma di hal – hal tertentu kita akan bersikap layaknya dua manusia dewasa, aku dan kamu, saya dan anda. Bukan Zona dan Om mesum lagi, bukan gue dan elo lagi hehe…dan pada akhirnya, kita harus bersikap dewasa, diwaktu yang sama sekali nggak mau aku temui, nggak mau aku lewati…kita yang harus mencari akhir dari kisah, dimulai dengan prolog yang sama, dilewati dengan kisah yang penuh dengan dawai asrama dan berkahir dengan epilog yang berbeda.

 

Ternyata, hati – hati dijalan, lagu yang dulunya kita benci, menjadi lagu yang paling mengerti kita, semuanta hampir sama, nyatanya kita juga nggak pernah bisa bersama. Siapa yang salah? Rasanya aneh, diantara kita posisinya nggak ada yang bisa salah, aku sakit, tapi nggak bisa biang sakit saat terkahir kita kemarin, rasanya sedih juga lega, rasanya bahagia tapi juga hampa.

 

Kamu yang bahagia disana, jangan mencari kisah yang lebih rumit dari aku, jangan mencari asrama yang lebih sakit dari, jangan menggenggam lagi tangan yang nantinya membuat kamu harus berkahir dengan sebuah perpisahan, lagi. Cukup aku sakit yang terkahir kali, cukup aku yang nangis terkahir kali, dukanya harus berhenti di aku, jangan lagi, jangan lagi aku mohon. Besok, genggamanya harus lebih erat, pelukannya harus lebih hangat, sandarannya harus lebih nyaman, biar nggak ada yang lagi pergi dari kamu…

 

Arya…

 

Ternyata jatuh cinta itu sakit ya?

 

Setelah ini tolong baik – baik aja..

 

Aryaa..

 

Semoga bahagia, apapun jalan kamu.

 

Dari Arya untuk Zona….

 

Bocil, jangan sedih – sedih dong elah, lu mah belum pernah rasain sakitnya ditinggal nikah, btw lu yang ninggalin gue, buktinya gua belum terbang, belum check in juga di bandara, lu mah udah pergi aja. Artinya lagi – lagi gue ditinggalin, walapun gue yang nyuruh hehehee…

 

Zona, kekasih hati Arya, duka yang akan menjadi duka terkahir Arya, pada akhirnya walau kita nggak bisa sama – sama, terimakasih ya waktu kita yang udah dilalui bersama. Iya, akhirnya Cuma hati – hati di jalan yang paling menggambarkan kita, banyak yang sama padahal, dan kita harus ambil jalan yang beda, walau awalnya sakit, semoga kita sama sama bahagia, pelan – pelan aja, nanti juga nggak bakal kemana – mana.

 

Zona, aku bukan orang yang punya banyak kata, kalo nanti kamu lelah, hanya untuk sebuah pelukan, kamu bisa kembali kapan saja, setidaknya sebelum ada genggaman yang lebih erat, pelukan yang lebih hangat dan sebuah sandaran yang lebih nyaman…

 

Semoga bahagia ya Zona..

Sumber: