Tidak Asal Naik, Ini Cara Boncengan Naik Motor yang Benar!

Tidak Asal Naik, Ini Cara Boncengan Naik Motor yang Benar!

--

JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID- Sekarang sepeda motor sudah menjadi alat transportasi utama bagi hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia, ditandai dengan penjualan sepeda motor yang laris dan menjamurnya ojek online di beberapa kota.

Bagi sebagian orang yang belum mahir mengendarai sepeda motor, mereka biasanya menjadi penumpang sepeda motor, memesan ojek online via aplikasi, diantar dengan saudara, atau menumpang dengan teman yang tujuannya searah. Namun masih banyak yang belum menyadari kalau menjadi penumpang pun memiliki resiko yang sama dengan pengendara sepeda motor saat berada di jalan.

Deputy Manager Marketing Communication PT Sinar Sentosa Primatama (Sinsen) Frank Setia mengatakan kami akan memberikan beberapa tips aman berboncengan yang bisa diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.

“Sama dengan pengendara sepeda motor, menjadi penumpang pun juga ada aturannya agar aman, nyaman dan tidak mengganggu konsentrasi pengendara, karena dengan adanya penumpang yang di bonceng akan merubah gaya berkendara” ujar Frank.

Berikut ini beberapa tips berboncengan yang aman bagi pengendara dan penumpang.

1.       Perlengkapan penumpang

Sama seperti si pengendara, penumpang juga harus memakai perlengkapan berkendara yang lengkap, seperti helm,sarung tangan, sepatu dan jaket. Karena ada di beberapa kejadian kecelakaan dimana si penumpang mengalami cedera lebih serius di banding dengan si pengendara motor.

2.       Posisi duduk penumpang

Posisi duduk pembonceng yang diwajibkan adalah menghadap kedepan, karena dengan posisi  ini pengendara mendapatkan keleluasaan berkendara dan mampu mendapatkan kendali penuh serta penumpang bisa nyaman dan aman.

Tidak dianjurkan boncengan dengan posisi duduk menyamping, selain membuat control  pengendara terbatas terhadap sepeda motor, keseimbangan berkurang jauh, juga beresiko membuat celana atau rok pembonceng berisiko tersangkut di rantai atau roda yang dimana itu sangat fatal bagi pengendara dan penumpang.

3.       Posisi tangan dan kaki penumpang 

Tangan penumpang memegang samping kiri kanan jaket pengendara, posisi kaki harus rapat dengan mengapit kedua lutut ke pinggul pengendara. Tujuannya agar pembonceng tidak mudah bergeser dari posisi awal dan mengganggu fokus pengendara terutama pada saat bermanuver.

4.       Pengendara 

Dalam membawa penumpang, pengendara harus lebih berhati-hati lagi. karena keseimbangan motor akan berbeda bila dibandingkan dengan saat berkendara sendirian. Dengan adanya penumpang, maka akan membuat gaya berkendara sepeda motor berbeda dibandingkan saat berkendara sendirian. Pengereman harus dilakukan lebih awal dari biasanya karena jarak pengereman pasti bertambah dengan ada nya tambahan boncengan.

Sumber: