Ratusan Murid SD Terlantar

Ratusan Murid SD Terlantar

Guru Berkumpul di Kantor UPTD, Tuntut Bendahara UPTD Segera Ditahan

KERINCI - Kasus pencurian uang gaji guru se-UPTD Kecamatan Depati Tujuh beberapa waktu lalu ternyata berbuntut panjang. Ratusan Guru Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan Depati Tujuh, Kabupaten Kerinci, Senin (27/08) sekitar pukul 09.00 WIB pagi kemarin, berkumpul di kantor UPTD pendidikan Kecamatan, untuk mempertanyakan solusi hilangnya gaji mereka.

 Akibat ulah guru tersebut, ratusan murid SD yang seharusnya mengikuti proses belajar mengajar disekolahnya, terpaksa terlantar akibat tidak adanya guru yang mengajar, karena guru mereka berkumpul di kantor UPTD.             Salah seorang guru yang enggan disebutkan namanya, mengatakan bahwa hari ini ( kemarin,red) tidak ada aktivitas mengajar di sekolah karena para guru berkumpul di kantor  UPTD untuk mempertanyakan kejelasan gaji yang hilang ditangan bendahara UPTD pendidikan Depati Tujuh.     “Kami minta Bendahara UPTD yang meghilangkan uang gaji para guru agar ditahan pihak berwajib, karena  telah  merugikan para guru SD di kecamtan Depati Tujuh, dan  kami juga meminta pemerintah daerah melalui instansi terkait agar mencari solusi atas gaji yang belum kami terima,”ujar salah seorang guru.

           Ia juga mengatakan, para guru akan tetap meminta kejelasan solusi dari pemerintah daerah, jika tidak ada solusinya para guru mengancam tidak akan melakukan proses belajar mengajar disekolah sampai  ada kejelasan  gaji dari pemerintah daerah. “Menurut teman-teman setelah melakukan peretamuan  di Kantor UPTD pendidikan Depati Tujuh, belum ada titik temu, hanya bisa berdamai untuk sementara,  besok masih dilakukan pertemuan untuk untuk mempertanyakan solusi gaji kami,” terangnya.

 Pantauan harian ini disejumlah SD di Kecamatan Depati Tujuh sekitar pukul 12.00 WIB siang, sekolah sudah dalam kondisi tertutup, sedangkan muridnya sudah kembali kerumahnya masing-masing. “Guru kami tidak ada,” ungkap salah seorang murid SD.

 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci, Monadi, membantah jika guru di Kecamatan Depati Tujuh mogok mengajar. Ia mengaku, aksi yang dilakukan guru tersebut dimulai sejak pukul 12.00 WIB siang, sehingga tidak mengganggu proses belajar mengajar.“Kami juga mendapatkan informasi tersebut, namun setelah kami lakukan sidak ternyata tidak benar. Guru-guru berkumpul di UPTD saat siswa mereka sudah pulang. Lagi pula ini kan hari pertama sekolah,” jelasnya.

 Menanggapi keinginan para guru tersebut, Monadi mengaku soal penahanan bendahara UPTD bukannya wewenang dinas pendidikan. Namun merupakan tugas dari pihak kepolisian. Kalau memang seharusnya ditahan silakan saja. Sedangkan untuk mengganti uang yang hilang lanjutnya, efeknya tidak baik kedepannya. Karena bisa saja bendahara seenaknya menghilangkan uang, karena mengganggap nantinya bisa diganti oleh pemerintah.

 “Dulu pernah datang petugas dari kementerian keuangan ke kerinci. Kita sempat menanyakan hal tersebut, dan mereka menjawab tidak ada aturan yang menyebutkan uang tersebut diganti oleh pemerintah. Yang bertanggungjawab adalah bendahara,” pungkasnya.

(hdi)

Sumber: