Valas Bank Mandiri Di Level Sangat Aman

Valas Bank Mandiri  Di Level Sangat Aman

SURABAYA - Gonjang ganjing ekonomi global tidak membuat PT Bank Mandiri Tbk panik. Mereka masing dalam zona nyaman. Ini seiring masih tingginya likuiditas bank pelat merah. Khsusunya, valuta asing (valas).

  \"Cadangan valas kita berada di level aman. Nilainya dua kali dari posisi safety,\" kata Direktur Risk Management Bank Mandiri Sentot A Sentausa usai menyalurkan dana bina lingkungan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, kemarin.

  Sayang Sentot enggan merinci nilai cadangan dan posisi safety versi Bank Mandiri. Meski demikian, mereka menekan pengucuran kredit dalam bentuk valuta asing (valas) untuk menjaga likuiditas. Kredit yang berbasis ekspor ini dari tahun ke tahun terus dikurangi. \"Tahun ini komposisinya dari total kredit hanya 14 persen yang dalam bentuk valas, sisanya yang 86 persen dalam bentuk rupiah,\" ucapnya.

  Sentot menyebut mereka hanya bersedia menerima kredit ekspor jika, transaksi pembayaran dengan valas. \"Kita tahu sendiri kondisi perekonomian global saat ini seperti apa. Perekonomian Indonesia belum terdampak secara signifikan, tapi bagi eksportir sudah mulai terasa dampaknya. Perbankan pun semakin berhati-hati,\" ucap Sentot.

  Secara year-to-date, kredit ekspor masih tumbuh namun tipis hanya 0,5 persen. Namun, month-to-month turun 0,4 persen dari posisi Agustus 2012 dibandingkan Juli 2012. Awal tahun ini porsinya masih 21 persen, tahun depan akan digerus lagi setidaknya tidak boleh lebih dari 10 persen dari total portofolio kredit.

  Pembatasan tersebut terutama mengurangi porsi kredit terhadap perusahaan yang banyak menggunakan komponen impor dengan produksinya di dalam negeri. \"Yang kami batasi misalnya sektor infrastruktur yang banyak memakai komponen impor bahan bakunya, selain itu industri konsumtif yang banyak menggunakan mesin-mesin impor,\"ujar Sentot.

  Sementara itu dana bina lingkungan yang diserahkan kepada Pemkot Surabaya mencapai Rp 1,37 miliar. Bantuan itu dalam bentuk masing-masing satu unit mobil skyworker atau mobil tangga senilai Rp 780 juta, mobil tangki air, Rp 308 juta. Serta, pembangunan taman kota di kawasan Kombes M Duryat dengan menggelontor dana Rp 282 juta. \"Bantuan ini untuk membantu kebersihan dan keindahan Surabaya,\" ucapnya.

(dio)

 

 

Sumber: