>

Masalah Kompetisi Segera Diputus Exco

Masalah Kompetisi Segera Diputus Exco

JAKARTA-Dua kompetisi profesional Indonesia yang dikelola oleh PT Liga Indonesia (PT LI) dan PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) sejauh ini terus berjalan. Namun, diakui, perjalanan kompetisi di bawah PT LPIS sempat menjadi sorotan karena banyaknya partai WO.

Untuk itu, bidang kompetisi PSSI akan melaporkan kondisi ini dalam rapat Executive Committee (Exco) PSSI yang digelar pada 6 Mei mendatang. Exco bidang kompetisi PSSI, Erwin Dwi Budiawan menegaskan bahwa pasca rapat Exco keputusan akan segera diumumkan.

\"Nanti keputusan ada di Exco, mau bagaimana dengan operator kompetisi dan klub-klub yang bermasalah ini,\" katanya, kemarin (30/4).

Bagi dia, ada dua opsi yang bisa dilakukan nantinya terhadap klub-klub tersebut. yakni, dengan memanggil operator kembali atau langsung memutuskan siapa saja klub yang bermasalah dan dilaporkan ke Komisi Disiplin (Komdis).

\"Mau dipanggil, atau langsung lempar komdis, lihat nanti hasil rapat Exco,\" terangnya.

Bukan hanya PSSI, Komdis sejatinya juga sudah mendengar kondisi ini. Bahkan, mereka sudah menunggu laporan terkait klub-klub yang tidak disiplin dan tak memenuhi kewajiban di beberap pertandingan.

Ketua Komdis Hinca Pandjaitan mengakui bahwa sorotan Komdis kepada dua kompetisi Indonesia Super League (ISL) dan Indonesia Premier League (IPL), dan juga klub DIvisi Utama di bawah mereka. Sejauh ini, di ISL Komdis sudah kerap memberikan sanksi, namun, untuk IPL, operator kompetisi belum pernah melemparkan kasus untuk ditngani Komdis.

\"Untuk IPL saya lihat karena memang masih terjadi dialog, biarkan mereka dialog dahulu. Kami siap memproses apapun pelanggaran disiplin mereka,\" ucapnya, kemarin.

Mengapa tidak langsung melangkah\" Hinca menyebut jika Komdis tidak bisa jemput bola untuk saat ini. Sebab, mereka menunggu laporan dari pengelola kompetisi. Terkait masalah klub IPL yang banyak WO, Hinca menyerahkan masalah itu kepada Exco PSSI.

\"Kami hormati pengelola liga dan PSSI. Biarkan mereka menyelesaikan dulu. Jika memang sudah buntu, baru Komdis akan bergerak untuk memberikan sanksi atau hukuman sesuai pelanggaran disiplin mereka,\" terangnya.

(aam)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: