Pemberangkatan Pamungkas Petugas Haji

Pemberangkatan Pamungkas Petugas Haji

JAKARTA - Pemberangkatan petugas haji pamungkas dilaksanakan hari ini. Kementerian Agama (Kemenag) tadi malam memberikan pembekalan akhir petugas haji di daerah kerja (daker) Makkah. Informasi terkini kondisi Makkah dan sekitarnya diulas dalam pembekalan ini.

Pemberangkatan petugas daker Makkah ini menyusul tim petugas daker Jeddah dan Madinah yang sudah terbang lebih dulu. Total petugas haji daker Makkah berjumlah 414 orang. Rinciannya adalah 249 orang dari unsur Kemenag dan 165 orang unsur Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Mereka bertugas di sepuluh sektor. Mereka diterbangkan dengan sawat Garuda dan Emirates siang hari ini.

Pembekalan petugas haji daker Makkah ini dipimpin oleh Direktur Pembinaan Haji dan Umrah Kemenag M. Kartono. \"Saya baru beberapa hari kembali dari Makkah. Kondisi riil disana masih perlu perhatian khusus,\" tandasnya. Diantara yang perlu diperhatikan petugas adalah penyempitan kawasan tawaf dan area sai.

Kartono mengatakan, jalan menuju area sai menyempit dan berkelok-kelok. \"Bantu jamaah haji, jangan sampai ada yang tersesat atau bingung,\" ujar dia. Kartono memperkirakan bakal terjadi penumupan jamaah pada pertemuan arus jamaah haji yang selesai tawaf lalu sai dan sebaliknya.

Kondisi lain yang harus diwaspadai petugas haji adalah urusan cuaca. \"Saya di sana benar-benar merasakan kepanasan,\" katanya. Untuk itu dia berharap petugas tidak hanya mengurusi jamaah haji, tetapi kesehatan dirinya sendiri ngedrop. Kartono meminta setiap petugas haji membawa perbekalan air minum dan kurma.

Himbauan lain yang ditekankan Kemenag adalah perilaku petugas haji selama di Arab Saudi. Dia mengatakan masih ada laporan petugas haji menjalin asmara atau pacaran saat bertugas. Baik itu sesama petugas haji, dengan tenaga musiman setempat, atau bahkan dengan jamaah haji. \"Telinga saya masih saja mendengar laporan ada petugas yang pacaran. Panas mendengarnya,\" kata Kartino.

Dia meminta petugas benar-benar niat bertugas dan beribadah serta bisa menjaga perilaku selama di Arab Saudi. Pembagian petugas perempuan dengan laki-laki diatur dengan baik.

Kartono mengatakan tanggung jawab pekerjaan petugas haji adalah 24 jam. Unu itu dia meminta pengaturan jadwal piket disusun dengan baik. Sehingga petugas masih memilki waktu istirahat yang cukup. \"Petugas harus tetap sehat terus. Jangan sampai sakit,\" kata dia.

(wan/jpnn)

Sumber: