BUMN Bantu Atasi Banjir di Jakarta

BUMN Bantu Atasi Banjir di Jakarta

 JAKARTA-  Upaya membebaskan Jakarta dari bencana banjir terus dilakukan. Salah satu caranya, waduk dibangun di kawasan hulu Sungai Ciliwung. Proyek tersebut bakal digarap konsorsium badan usaha milik negara (BUMN) dan Pemprov DKI Jakarta.

 Rencana pembangunan waduk itu diteken dalam nota kesepakatan antara Menteri BUMN Dahlan Iskan dan Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) di Balai Kota Jakarta kemarin. BUMN yang terlibat dalam proyek tersebut adalah PT Hutama Karya (HK) dan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA). Sementara itu, pemprov DKI melibatkan dua perusahaan daerah. Yakni, PT Pembangunan Jaya dan PAM Jaya. Proyek senilai Rp 1,2 triliun tersebut didanai bersama antara BUMN dan Pemprov DKI dengan komposisi 51 persen berbanding 49 persen.

 \"Waduk ini bisa mengurangi banjir 20 hingga 30 persen,\" kata Dahlan. Dengan adanya waduk di hulu Sungai Ciliwung, volume air yang masuk wilayah Jakarta saat hujan bisa berkurang. Sebab, air yang tertampung di waduk akan diolah lagi untuk dijadikan sumber air baku warga ibu kota dan sekitarnya. \"Daripada dibuang ke laut, kan mending digunakan untuk warga Jakarta yang kian tahun keperluan air minumnya makin meningkat,\" ujarnya.

 Dahlan menjelaskan, waduk yang berlokasi di hulu Sungai Ciliwung itu akan dibangun secara memanjang dan bersusun di beberapa titik. Luas lahan yang digunakan sekitar 40 hektare. Air sungai yang mengalir ditampung terlebih dahulu di waduk tersebut. Nah, dari waduk itu, diatur debit air yang akan dialirkan ke hilir.

 \"Selain untuk pasokan air, bisa juga dimanfaatkan untuk pembangkit listrik tenaga minihydro,\" ujar Dahlan. Dia memastikan tidak ada permasalahan dengan warga terkait dengan pembangunan waduk tersebut.

 Pengembalian investasi proyek itu rencananya diambil dari keuntungan bisnis air bersih yang dikelola PAM Jaya. \"Proyek ini rencananya berlangsung dua tahun dan dimulai pada semester pertama tahun depan,\" ujar Dahlan.

 Jokowi menyambut baik rencana tersebut. Menurut dia, pembangunan waduk akan sangat membantu mengurangi volume air yang masuk Jakarta. Sementara itu, pengelolaan air yang ditampung di waduk bisa dilakukan perusahaan daerah. \"Dua-duanya bisa, yang penting bisa segera,\" katanya.

 Dia mengatakan, pembangunan waduk itu merupakan program baru. Sebelum ini, kata Jokowi, normalisasi sungai dan waduk di Jakarta telah berjalan. Pemprov DKI membutuhkan berbagai cara dan pendekatan untuk mengatasi banjir yang tiap tahun bikin susah warga Jakarta.

(bad/c10/ca)

Sumber: