Banjir Bandang, 6 Warga Hilang

Banjir Bandang, 6 Warga Hilang

MANOKWARI-Wilayah Kabupaten Teluk Wondama kembali dilanda banjir bandang. Sejumlah sungai di Distrik Wasior,Wondiboi dan Rasie meluap ke kompleks perumahan warga dan menggenangi badan jalan,Rabu (13/11). Dilaporkan 8 rumah warga hilang tersapu banjir bandang serta ratusan lainnya tergenang air dan lumpur.

‘’Totalnya ada 8 rumah di Kampung Kabow Distrik Wondiboi yang rusak dan banyak rumah yang tergenang air dan berlumpur,’’ ujar Kepala Bagian Humas Setdakab Teluk Wondama,Yunias Mawene kepada Radar Sorong lewat hubungan telepon seluler.

Sedang untuk korban jiwa masih simpang siur. Menurut Kabag Humas,hingga sore kemarin terdapat 6 orang dilaporkan hilang,yakni 2  di Distrik Wondiboi dan 4 orang hilang di Tandia. ‘’Kami belum mendapatkan data yang pasti,siapa saja saja yang dinyatakan hilang.Kita masih terus berusaha untuk mengumpulkan data,’’ ujar Kabag Humas.

Selain itu,warga di sejumlah lokasi terisolir karena terputuskan jembatan. Ratusan warga mengungsi di kompleks perkantoran Pemkab Teluk Wondama dan sampai tadi malam belum mendapatkan bantuan karena terputusnya akses jalan. Warga juga mengungsi di gereje,masjid,gedung sekolah dan di pelabuhan serta kapal perintis. Banjir ini juga menyebabkan,sebagian listrik di kota Wasior padam.

 ’’Ada tiga jembatan yang putus di Manggurai dan Wondiboi,ini yang  membuat kita belum bisa beri bantuan ke warga yang mengungsi di perkantoran,’’ tandas Mawene lagi.

Aparat Pemkab Teluk Wondama serta unsure TNI dan Polri saat ini sedang berupaya lewat laut guna menjangkau warga yang mengungsi di kompleks  perkantoran. ‘’Kalau lewat darat tidak bisa tembus,makanya sekarang upayakan lewat laut untuk kirim bantuan bahan makanan,’’ tuturnya.

          Banjir bandang yang melanda Wasior dan wilayah sekitarnya ini menimbulkan kepanikan warga. Ratusan warga yang bermukim sempat mengungsi di kawasan yang dianggap aman seperti areal pelabuhan kapal.Mereka mengkuatirkan kejadian yang pernah menimpa daerah ini,pada Oktober 2010 lalu menewaskan sekitar 200-an penduduk serta merusakkan rumah.

          Warga Wasior,Musa Kondorura kepada koran ini menuturkan,kepanikan juga terjadi di RSUD Manggurai. Para pasien diungsikan dengan menggunakan truk mengantasipasi kemungkinan buruk. ‘’Ada pasien yang pakai botol infuse diungsikan di tempat aman. Masyarakat yang rumahnya tergenang banyak yang mengungsi,’’ ujar Musa lagi.

Hujan deras yang melanda wilayah Wasior dan sekitarnya membuat sungai tak mampu menampung volume air yang terus meningkat. Hingga akhirnya,air membawa serta material batu-batuan,kayu dan lumpur meluap ke pemukiman warga dan badan jalan.

Musa mengatakan,hujan deras mulai melanda Wasior dan sekitarnya pukul 02.00 Wit,Rabu dini hari. Sedangkan banjir bandang mulai terjadi sekitar pukul 09.00 Wit. ‘’Air di Manggurai sampai setinggi badan orang dewasa. Airnya deras sekali.Banyak yang mengungsi ke lokasi yang tinggi,’’ ujarnya lagi.

Lokasi yang paling parah dilanda banjir,di Kampung Kabow Distrik Wondiboi,Manggurai dan kompleks Anggresi di Distrik Wasior kota. Di Kampung Kabow,dilaporkan 8 rumah warga tersapu banjir bandang serta 7 rumah lainnya rusak berat. Sedangkan di Kampung Manggurai,puluhan rumah terendam air. Jembatan tersumbat kayu dan material lainnya yang mengakibatkan arus lalulintas di sejumlah ruas jalan tak bisa dilewati.

‘’Di Manggurai sekitar 500 meter jalan tergenang dan tidak bisa lewati kendaraan. Warga yang ingin ke kota Wasior terpaksa harus berjalan kaki,itu pun sangat hati-hati dan melewati pipa air,’’ tutur Musa.

Ice,warga lainnya menyatakan,banjir bandang kali tak separah peristiwa Oktober 2010 yang menelayan banyak korban jiwa. Banjir kemarin,menghancurkan sejumlah rumah warga dan air menggenangi perumahan serta badan jalan.’’Banyak jembatan yang rusak karena dihamtam material dan kayu. Lumpur dimana-mana,’’ ujarnya kepada koran ini.

(lm)

Sumber: