Sinabung Makin Gawat

Sinabung Makin Gawat

JAKARTA -Aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumut, belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Kemarin, kembali terjadi letusan yang membuat jumlah pengungsi meningkat. Mereka tidak tahan dengan hujan abu yang terus turun di kawasan pemukiman dan perkebunan.

                Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi melaporkan kemarin terjadi erupsi eksplosif yang menyemburkan abu vulkanik setinggi 8.000 meter. Bersamaan dengan semburan abu vulkanik, terdengar bunyi gemuruh dan lava pijar juga mengalir dari puncak gunung setinggi 2.460 meter itu. Dampaknya, warga pun dilanda kepanikan.

                Hujan abu dan pasir cukup tebal menutupi permukiman sekitar gunung Sinabung. \"Bahkan menurut BMKG Wilayah I Medan, hujan abu sampai di Kabupaten Tapaktuan, Aceh,\" terang Kepala Pusat Data, Informasi, dan humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho kemarin.

Hujan abu di kabupaten tersebut berlangsung sejak Senin (18/11) karena abu terbawa angin ke barat laut.

                Gelombang pengungsian warga pun makin meluas. Hingga kemarin sore, tercatat 6.211 jiwa atau 1.990 KK warga sekitar Sinabung mengungsi di 17 titik pengungsian. Bertambahnya warga yang mengungsi karena mereka takut dengan erupsi yang makin besar. Pemkab Karo telah memperpanjang masa tanggap darurat hingga 24 November mendatang.

                Meski mengungsi, para siswa tetap bisa bersekolah. Mereka dititipkan di sekolah terdekat dengan lokasi pengungsian. Hingga kemarin, belum ada laporan adanya kekurangan logistik di lokasi-lokasi pengungsian.

                Sutopo menambahkan, pihaknya saat ini juga mengantisipasi adanya gelombang pengungsian yang lebih besar. \"TNI bersama petugas terkait merencanakan rute dan tempat penampungan untuk warga desa yang belum diungsikan,\" jelasnya. Tindakan itu untuk berjaga-jaga bila terjadi kondisi yang membahayakan.

(byu)

Sumber: