12 Jiwa Hilang Tertimbun Longsor

12 Jiwa Hilang Tertimbun Longsor

    KUDUS - Kabar duka muncul dari dukuh Kambangan, desa Menawan, Gebog. Setidaknya 12 orang dilaporkan tertimbun tanah longsor yang terjadi pada Selasa (22/1) lalu. Daftar itu turut memperpanjang daftar korban hilang selama cuaca ekstreem beberapa hari ini.

    Belasan orang yang hingga kemarin belum juga ditemukan itu merupakan warga dukuh Kambangan turut RT 2, 3 dan 4 dari RW 6. Dua orang yang turut tertimbun itu, bahkan masih anak-anak. Satu orang masih berusia delapan tahun, sedang satu orang lagi berusia 12 tahun.

    Muh Solihin, kepala desa Menawan saat ditemui di tempat kejadian mengamini terkait adanya kejadian tersebut. Dia mengamini bila telah terjadi longsor di lereng barat turut bukit Jigong atau tepatnya dibawah mata air Bunton.

    \"Atas kejadian itu, sekitar 12 warga kami memang dinyatakan tertimbun. Sedang yang berhasil ditemukan baru satu orang. Itupun sudah dalam keadaan meninggal dunia,\" terang Solihin.

    Para korban itu sendiri, diakuinya berasal dari lima keluarga. Yakni keluarga Asrori, Mursidi, Suwodo, Karmuji, dan Lasmi. Lima keluarga itu tak satupun yang berhasil lolos dari longsor.

    Dari keluarga Asrori (43) ada Yanti (38), istrinya dan Ulfa (12) anaknya. Keluarga Mursidi (45) ada Ismawati (37) istrinya, Rukmi (60) ibunya, dan Moh Iwan (8) anaknya. Sementara Suwondo (55) hanya tinggal bersama istrinya Srikah (51). Seperti halnya Karmuji (50) dan istrinya Istiqomah (40).

    \"Sedang bu Lasmi (55) saat itu hanya tinggal sendirian,\" ujarnya.

    Menurut Mathori (60), salah satu korban longsor yang berhasil selamat mengatakan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 23.30 Selasa (21/1) kemarin. Saat itu cuaca dikatakannya sehabis hujan deras, dan tidak ada angin kencang. Yang ada hanyalah kabut tebal.

    \" Saat itu memang gelap, karena selain listrik padam, kabut juga tebal,\"kata Mathori.

    Tidak berapa lama kemudian, tiba-tiba ada suara gemuruh mirip halilintar yang begitu keras. Suara itu berlangsung hingga sekitar 15 menit. Kaget dengan suara tersebut, dirinya segera berlari keluar. Tidak tahunya rumah lima tetangganya itu sudah hilang digulung oleh reruntuhan tanah yang jatuh.

    \"Kejadiannya sangat cepat. Saya sampai tidak mendengar adanya teriakan minta tolong. Padahal jarak rumah saya dengan pak Asrori hanya sekitar 50 meter,\" ujarnya.

    Hal itu jelas membuatnya dan sejumlah warga panic. Hanya untuk dapat menyelematkannya, dia mengaku masih belum berani. Sedang dirumah Mursidi, diceritakannya sebuah batu berukuran besar menghantam rumah tersebut.

    \"Barulah pada sekitar pukul 08.00 pagi ini (Kemarin,Red) Lasmi, salah seorang korban tanah longsor itu ditemukan,\" ungkapnya.

    Perempuan berusia 55 tahun itu ditemukan oleh kedua putranya, Rozi dan Lizin. Lasmi ditemukan sudah tak bernyawa masih di tempat tidurnya. Pada sekitar pukul 10.00 jenazah korban segera dikebumikan di tempat pemakaman umum (TPU) dukuh Kambangan.

Sumber: