Tol Cipularang Ambles

Tol Cipularang Ambles

Menteri PU Minta Pengelola Tanggung Jawab

                JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto meminta kepada PT Jasa Marga untuk secepatnya memperbaiki jalan Tol Cipularang yang ambles pada Kamis malam (23/1). Menurutnya Djoko, hal tersebut merupakan kewajiban bagi setiap pengelola jalan tol.

      Djoko mengatakan bahwa pihak Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) selaku regulator juga telah memerintahkan PT Jasa Marga untuk segera memperbaiki jalan tol tersebut. \"Yang paling penting adalah jangan sampai konsumen dirugikan terlalu lama,\" tegas Djoko kemarin (24/1).

      Sedangkan Kepala BPJT Achmad Gani Ghazali menjelaskan bahwa jalan Tol Cipularang ke arah Bandung terhitung mulai kemarin pukul 11.30 WIB, ditutup sementara. Dengan ditutupnya tol tersebut, maka kendaraan dari arah Jakarta yang akan menuju Bandung diarahkan untuk keluar di Gerbang Tol Cikampek/Cikopo.

      \"Setelah itu kendaraan bisa belok kanan kearah Purwakarta dan masuk lagi di Gerbang Tol Sadang untuk melanjutkan ke Bandung,\" ucap Gani.

      Gani menambahkan bahwa PT Jasa Marga menyanggupi untuk memperbaiki penurunan jalan 30 centimeter tersebut dalam satu hari ke depan. Perbaikan tersebut diharapkan agar kendaraan golongan I dapat melintasi kembali tol tersebut sejak hari ini.

      Selain itu. Gani melanjutkan bahwa perbaikan tol tersebut akan memakan waktu hinga sepekan. \"Setelah itu, baru kendaraan golongan dua ke atas bisa melewati jalan tol yang menghubungkan Jakarta\"Bandung ini,\" ucap Gani.

      Pada Kamis malam kemarin, jalan Tol Cipularang ambles, tepatnya di kilometer 72, Kecamatan Babakan Cikoa, Purwakarta. Diperkirakan, hujan deras di wilayah itu sebelumnya telah membuat tanah labil, sehingga menyebabkan sebagian jalan tol tersebut ambles.

      Sementara itu, Kepala Humas PT Jasa Marga Wasta Gunadi mengatakan bahwa sejak kemarin pihaknya terus melakukan perbaikan di tol kilometer 72 tersebut. \"Yang terdampak sekitar 60 meter dari bahu jalan hingga jalur satu,\" kata Gunadi.

      Selain itu, dia menjelaskan bahwa pihaknya belum menghitung kerugian materi akibat peristiwa tersebut. \"Kami masih teliti lagi penyebabnya serta kerugiannya,\" ucapnya.

(dod)

Sumber: