Wallahu Alam untuk Dua Tokoh Mikroba

Wallahu Alam untuk Dua Tokoh Mikroba

Oleh Dahlan Iskan

Menteri BUMN

Mungkin saya belum akan bisa bertemu tokoh kita yang hebat ini: Prof Dr Ali Zum Mashar. Setidaknya dalam waktu dekat ini.

Padahal, saya pengin sekali bertemu. Dialah penemu mikroba P2000Z yang oleh beberapa pihak disebut mikroba Google.

Keinginan saya itu bermula dari permintaan masyarakat. Yakni, agar BUMN ikut mengatasi tanah pertanian yang tertimbun abu gunung berapi. Baik di Sinabung maupun di sekitar Gunung Kelud.

Abu itu memang bisa menjadi sumber kesuburan, tapi bukan sekarang. Beberapa waktu lagi. Padahal, petani harus segera bercocok tanam.

\"Tanah itu akan langsung bisa ditanami kalau diberi mikroba temuan Prof Zum,\" tulis seorang petani dalam SMS-nya kepada saya.

Saya pun segera melacak keberadaan ahli kita itu. Saya gagal. Saya hanya berhasil memperoleh info yang membuat saya sedih.

Pertama, beliau akan tinggal lama di Dubai. Prof Zum, kata seorang stafnya, lagi dipercaya oleh pemerintah Dubai untuk menerapkan penemuan itu di sana.

Intinya, Prof Zum dipercaya untuk mengubah tanah Timur Tengah itu agar menjadi tanah yang bisa ditanami.

Informasi kedua lebih menyedihkan lagi: beliau mengatakan kepada stafnya untuk tidak mau saya temui.

Penyebabnya sederhana. Beliau merasa kecewa yang amat panjang. Kecewa pada keadaan. Temuannya tidak mendapat kepercayaan yang memadai di dalam negeri. Sejak dari pemerintahan Pak Harto sampai ke pemerintahan-pemerintahan berikutnya. Sampai sekarang.

Apa hubungannya dengan saya\" Ini salah saya sepenuhnya. Saya telat mengenal beliau. Blak-blakan saja, saya baru tahu tentang kehebatan beliau itu minggu lalu. Setelah Gunung Kelud meletus.

Memang juga ada selentingan ini: mengapa saya, dalam tulisan saya dulu, memuji pupuk temuan Adi Wijaya. Yakni, ketika saya untuk kali pertama menemui Adi di Grobogan, Purwodadi.

Sumber: