Dahlan Tetap Tertinggi di Konvensi

 Dahlan Tetap Tertinggi di Konvensi

JAKARTA - Konvensi capres Partai Demokrat memasuki babak akhir. Mengacu pada jadwal yang telah disusun, pengukuran tingkat keterpilihan atau elektabilitas setiap kandidat seharusnya sudah selesai. Yakni, 28 April sampai 3 Mei. Proses itu akan dilanjutkan dengan audit hasil survei oleh tim independen selama sepekan sebelum diserahkan kepada komite konvensi.

Seperti sebelumnya, komite konvensi tidak akan membuka hasil survei sebelum pemenangnya ditetapkan oleh Majelis Tinggi Partai Demokrat. Namun, di luar penilaian oleh tim survei yang ditunjuk Partai Demokrat, angka elektabilitas para kandidat sudah bisa diketahui. Sebab, sejumlah lembaga survei lain juga melakukan pengukuran.

Salah satunya Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Lembaga itu menempatkan Dahlan Iskan di peringkat teratas elektabilitas pada capres konvensi Partai Demokrat. Saat pemaparan hasil survei SMRC di Hotel Sari Pan Pacific, elektabilitas terbaru Dahlan Iskan dalam konvensi Partai Demokrat mencapai 16,5 persen. Angka itu unggul telak dibanding 10 peserta lainnya. Peringkat kedua ditempati Marzuki Alie dengan elektabilitas 4 persen. Sementara, peringkat ketiga adalah Pramono Edhie Wibowo dengan tingkat keterpilihan 3,2 persen.

\"Tokoh yang dipilih sebagai presiden bila diadakan pemilihan sekarang, maka nama Dahlan Iskan mendapatkan dukungan tertinggi karena mencapai 16,5 persen,\" ujar peneliti SMRC Sirojuddin Abbas dalam diskusi bertajuk Koalisi untuk Capres di Jakarta kemarin (4/5).

Para kandidat lain mendapatkan angka elektabilitas di bawah 3 persen. Di antaranya Gita Wirjawan 2,6 persen, Anies Baswedan 1,7 persen, Ali Masykur Musa, 1,2 persen, dan Irman Gusman 1,1 persen. \"Nama-nama lain di bawah satu persen. Misalnya, Sinyo Harry Sarundajang 0,9 persen, Hayono Isman dan Endiartono Sutarto masing-masing 0,7 persen, dan Dino Patti Djalal 0,3 persen,\" papar Abbas.

Partai Demokrat juga disebut-sebut punya peluang mengusung capres sendiri dengan membentuk poros koalisi di luar PDIP, Golkar, dan Gerindra. Tiga parpol itu merupakan peraih perolehan suara terbanyak versi hitung cepat pada pemilu legislatif lalu. Namun, pilihan lain ketika poros bentukan Demokrat tidak terwujud adalah bergabung dengan poros koalisi yang sudah ada dengan mengajukan calon wakil presiden (cawapres).

Skenario kedua Partai Demokrat itu juga dibaca oleh poros koalisi yang sudah terbentuk. PDIP yang menetapkan Jokowi sebagai capres juga membuka peluang berkoalisi dengan Demokrat. \"Pak Dahlan termasuk dicalonkan sebagai capres. Kita bisa berbicara kemungkinan-kemungkinan dengan Partai Demokrat. Saat ini kan kita komunikasi dengan banyak pihak, termasuk Demokrat,\" ujar Wakil Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Jakarta kemarin.

Partai Demokrat, kata dia, termasuk salah satu parpol yang diperhitungkan oleh PDIP. Pasalnya, partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono itu sudah berpengalaman memimpin pemerintahan selama 10 tahun.

Peluang yang sama diungkapkan Partai Golkar yang akan tetap mengusung calon presidennya, Aburizal Bakrie. Menurut Ketua DPP Partai Golkar Andi Rizal Mallarangeng, pihaknya masih membuka peluang masuknya Partai Demokrat dalam koalisi. Sebab, peluang Demokrat mengusung capres terbilang kecil. \"Dahlan Iskan merapat, Golkar sebenarnya sudah cukup,\" tandasnya.

(flo/JPNN/c2/fat)

Sumber: