Konvensi Menangkan Dahlan

Konvensi Menangkan Dahlan

 JAKARTA - Setelah sempat mundur sehari, Komite Konvensi Partai Demokrat akhirnya mengumumkan hasil konvensi capres, kemarin (16/5). Berdasar hasil tiga survei, yakni Lembaga Survei Indonesia (LSI), Populis, Markplus Insight, Dahlan Iskan ditetapkan sebagai pemenang konvensi Demokrat.  Elektabilitas menteri BUMN itu jauh melebihi para peserta konvensi lainnya.

      \"Dahlan Iskan, pada bulan Januari (hasil survei) LSI 15,5 persen, bulan Mei 17,5 persen. Sementara Populi, Januari 21,7 persen, Mei, 23 persen. Markplus, Januari 15,7 persen, Mei, 18,7 persen,\"papar Ketua Komite Konvensi Maftuh dalam jumpa pers pengumuman pemenang konvensi di kantor DPP Partai Demokrat kemarin (16/5).

      Sementara kandidat lain, rata-rata hanya memperoleh presentase di bawah 10 persen. Seperti Pramono Edhi, yang rata-rata hanya memperoleh elektabilitas  di bawah enam persen. Tidak jauh berbeda dengan Gita Wirjawan yang  elektabilitasnya rata-rata di bawah empat persen. Sedangkan Endriartono Sutarto dan Dino Patti Djalal hanya mendapat elektabilitas di bawah satu persen.

      Namun, kata Maftuh, perolehan elektabilitas Dahlan secara eksternal masih jauh jika dibandingkan para capres papan atas. Dia menguraikan, berdasar hasil tiga survei tersebut, capres PDIP Joko Widodo (Jokowi) masih menduduki peringkat pertama dengan elektabilitas sebesar 45 persen versi Markplus Insight dan 29 persen versi Populi.

      Sedangkan, capres Partai Gerindra Prabowo Subianto mendapat 35 persen versi Markplus dan 29,7 persen versi Populi. Capres Partai Golkar Aburizal Bakrie alias Ical hanya 8 persen dari Markplus dan 8,9 persen dari Populi. Dahlan mendapat dua persen dari Markplus dan 2,9 persen dari Populi. \"Maka Dahlan Iskan adalah pemang konvensi Partai Demokrat. Namun,  elektabilitas masih jauh dibawah dari kalangan eksternal,\"imbuh Maftuh.

      Di tempat sama, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan tetap bangga dengan raihan para peserta konvensi. Namun, pihaknya tidak bisa menutup mata bahwa perolehan elektabilitas peserta konvensi tidak dapat menaikkan posisi tawar Demokrat. Karena itu, pihaknya pun mengindikasikan, pemenang konvensi tidak bisa berpartisipasi dalam pilpres kali ini. 

      \"Saya tahu kali ini elektabilitas mereka (peserta konvensi), masih jauh di bawah, dibanding capres akan datang. Belum setinggi capres papan atas. Dengan perolehan 10 persen suara (pemilu legislatif), maka ada keterbatasan bagi Demokrat untuk mencalonkan capresnya sendiri, meskipun kami punya calon unggulan. Apabila Tuhan menakdirkan (peserta konvensi) akan ikut berkompetisi (pilpres) yang akan datang,\" paparnya.

      Karena itu, lanjut SBY, banyak pertanyaan dari sejumlah pihak yang mempertanyakan bagaimana sikap dan posisi Demokrat terkait pilpres mendatang. Banyak pihak termasuk dua poros besar, sudah mulai tidak sabar menanti keputusan Demokrat. Di samping itu, dia mengaku ada juga pihak yang menanyakan kemungkinan partainya mengusulkan calon alternatif disamping kedua poros besar tersebut. \"Hingga hari ini (kemarin) ada yang kirim pesan ke saya, tolong Pak SBY, calon alternatif disamping Jokowi. Kalau bisa Partai Demokrat bergabung dengan yang lain untuk memunculkan calon baru,\"akunya.

      Pernyataan SBY itu mengindikaikan bahwa Demokrat berniat mengajukan capres di luar hasil konvensi. Namun, terkait kemungkinan tersebut, SBY mengaku masih melakukan sejumlah kalkulasi dan pertimbangan. Kata dia, Demokrat masih memiliki waktu empat hari sebelum pendaftaran capres dan cawapres di KPU. Karena itu, segala keputusan Demokrat terkait pilpres akan diputuskan pada Rapimnas pada 18 Mei mendatang.

      \"Kalkulasi harus tepat, cermat, benar. Sehingga kalau kita mengajukan calon sendiri kemungkinan menang itu besar. Dalam konteks ini, Demokrat masih bekerja, sisa waktu empat hari ini untuk pada saatnya menjatuhkan pilihan seperti apa. Membangun koalisi tentu harus berangkat dari kehendak untuk berkoalisi. Demokrat tidak mungkin bergabung kalau tidak yakin yang dijanjikan dan dilaksanakan tidak tepat untuk bangsa ini,\"imbuhnya.

      Sementara itu, Dahlan yang menjadi pemenang konvensi Demokrat, tidak tampak di kantor DPP, kemarin. Para peserta konvensi pun tidak seluruhnya hadir. Yang tampak, hanya Gita Wirjawan, Dino Patti Djalal, Hayono Isman, dan Anies Baswedan. 

Ditemui ditempat terpisah, Dahlan mengucap rasa syukur. \"Saya senang,\" kata Dahlan di Kantor BUMN, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta.

Meski diumumkan sebagai pemenang Konvensi, Dahlan enggan ngotot melenggang di bursa Pilpres 2014. Dahlan sadar bahwa saat ini kesempatannya semakin sedikit untuk menjadi Capres.

\"Ibarat coklat yang enak sekali, tapi sudah diambil orang. Dan saya enggak bisa makan coklat itu karena coklatnya sudah habis. Saya senang, tapi harus realistis. Karena koalisi sudah habis, dan semakin sulit kesempatan untuk saya. Kalau saya masih berharap (jadi Capres), itu namanya saya enggak realistis,\" beber Dahlan

Sumber: